Kalau Karyawan Lalai, Merpati akan Beri Sanksi

Kalau misalkan (dari) hasil investigasi internal ditemukan ada karyawan yang lalai terkait penyediaan tiket

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA
Merpati Nusantara Airlines di Bandara Sultan Kaharuddin di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. 

SRIPOKU.COM, KUPANG - Pihak PT Merpati Nusantara Airlines wilayah Nusa Tenggara Timur akan menjatuhkan sanksi kepada karyawannya yang dinilai lalai menyediakan tiket pesawat untuk Marianus Sae, Bupati Kabupaten Ngada.

Kepala Merpati cabang Kupang, NTT, Djibrael de Hock kepada Kompas.com, Senin (23/12/2013), mengatakan bahwa sanksi yang diberikan berupa teguran dan juga skors.

"Kalau misalkan (dari) hasil investigasi internal ditemukan ada karyawan yang lalai terkait penyediaan tiket untuk Bupati Ngada, maka saya akan memberikan skorsing. Kita juga mencari tahu karyawan siapa yang kemarin mengurus ini karena Bupati sendiri tidak pernah menyampaikan hal itu ke saya atau siapa pun," kata Djibrael.

"Tetapi, yang pastinya menyangkut para pembeli tiket, semua diperhatikan, termasuk Pak Bupati Ngada, sehingga setelah kemarin, kita sudah berupaya maksimal untuk memilah-milah penumpang itu untuk bisa sediakan untuk Bupati. Logikanya, harus ada satu orang yang mengalah dan pada akhirnya bisa. Namun, informasinya yang agak sedikit lama sehingga beliau sudah telanjur membeli tiket di maskapai Trans Nusa," sambung Djibrael.

Namun terkait hal itu, Djibrael mengaku sudah melakukan komunikasi dengan Bupati Ngada dan semuanya telah diselesaikan dengan baik. "Kita sudah selesaikan masalah itu,"  tekannya.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Ngada Marianus Sae memerintahkan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, untuk memblokade Bandara Turelelo Soa, Sabtu (21/12/2013).

Perintah ini muncul akibat Marianus tidak mendapat tiket pesawat Merpati Nusantara Airlines rute Kupang-Bajawa. Akibat tindakan otoriter itu, pesawat Merpati rute penerbangan Kupang-Bajawa yang mengangkut 54 penumpang tidak bisa mendarat.

Pesawat tersebut akhirnya terpaksa kembali ke Bandara El Tari, Kupang. Demikian pula dengan Merpati nomor penerbangan 6516 dari Kupang-Soa, pesawat tersebut batal mendarat di Bandara Turelelo Soa.

Bandara ini diblokade mulai pukul 06.15 Wita hingga pukul 09.00 Wita. Otoritas bandara tidak dapat berbuat banyak sebab anggota Pol PP yang menduduki landasan pacu bandara jumlahnya lebih banyak dari petugas bandara.

Editor: Sudarwan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved