SFC Update
Kinerja Wasit Solikin Jadi Sorotan
Pelanggaran yang dibuat oleh Erol Iba terjadi di luar kotak penalti, tapi tetap saja wasit menunjuk titik putih.
Penulis: Darwin Sepriansyah | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sriwijaya FC memang menelan kekalahan 3-1 saat melawan tuan rumah Arema Cronous pada laga perdana Piala Gubemur Jatim di Stadion Kanjuruhan Malang, Senin (16/12). Namun, hasil itu tidak terlalu membuat jajaran manajemen kecewa, sebab Laskar Wong Kito dianggap kalah terhormat seiring dengan kinerja wasit Solikin yang dinilai berat sebelah.
Manajer Tim SFC, Robert Heri menegaskan kalau timnya benar-benar merasa dicurangi oleh wasit yang memimpin pertandingan, karena dianggap terlalu memihak Arema. Pasalnya belum 10 menit pertandingan berlangsung, wasit langsung memberikan kartu merah pada Sumardi yang melanggar pemain Arema. Padahal, dalam duel perebutan bola itu posisi kedua pemain dalam keadan fifty-fifty.
"Kalaupun terjadi pelanggaran seharusnya diberikan peringatan pertama dahulu, jangan langsung diberi kartu merah," keluhnya.
Ditambahkan, belum lagi insiden penalti yang diberikan wasit pada menit ke-79, benar-benar tidak bisa diterima. Sebab, pelanggaran yang dibuat oleh Erol Iba terjadi di luar kotak penalti, tapi tetap saja wasit menunjuk titik putih. Beruntung, tendangan penalti yang dilakukan Alberto Golcalves gagal dilakukan, setelah membentur tiang gawang.
"Saya apresiasi kinerja pemain kita, meski dikerjai tapi kita sempat memberikan perlawanan," paparnya.
Ditanya bagaimana dengan keputusan nasib Serge, setelah melihat penampilannya kemarin? Robert menyatakan masih akan memberikan kesempatan pada pemain asing asal Pantai Gading itu. Kendati bermain kurang maksimal saat menghadapi Arema kemarin, tapi hal itu dianggap cukup wajar karena memang sejak bermain hanya dengamn 10 orang, strategi dan taktik permainan SFC tidak berjalan baik.
"Serge akan kita pantau lebih lanjut saat menghadapi Persik nanti," katanya.