SFC Update

Dzumafo: SFC Tidak Ada Niat Baik

Nyatanya hingga saat ini tidak ada niat baik dari manajemen SFC, untuk sedikit pun menjelaskan kapan haknya itu akan ditunaikan.

Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Striker asing Sriwijaya FC, Dzumafo Herman Effandi menyatakan mantan klubnya itu sama sekali tidak ada niat baik, untuk menyelesaikan tunggakan gaji dua bulan yang belum terbayarkan.

Dzumafo yang dihubungi Sripoku.com, Sabtu (30/11/2013), mengatakan sesuai draf kontrak dirinya masih berhak atas gaji dua bulan terakhir hingga akhir November kemarin. Namun, nyatanya hingga saat ini tidak ada niat baik dari manajemen SFC, untuk sedikit pun menjelaskan kapan haknya itu akan ditunaikan. Dia pribadi sudah puluhan kali coba menghubungi pihak manajemen SFC, baik itu Manajer Tim, Robert Heri maupun Direktur Keuangan SFC, Augie Bunyamin, tapi tidak ada hasilnya.

“Setiap saya telpon Pak Robert, pasti jawabannya coba hubungi Pak Augie saja. Saya hubungi Pak Augie sudah 20-an kali tapi sering tidak diangkat. Pernah diangkat satu atau dua kali, tapi jawabannya, ‘maaf Dzumafo saya lagi ada meeting’,” katanya.

Persoalan penunggakan gaji serupa pun, diakui Dzumafo dia alami di PSPS Pekanbaru. Meski enggan menyebut terperinci berapa bulan, tapi yang pasti gajinya di klubnya meniti pertama kali meniti karir di Indonesia itu lebih banyak dari tunggakan di SFC. Hanya saja, dia bisa sedikit tenang karena manajemen PSPS Pekanbaru memiliki itikad baik, masih mau menyelesaikan persoalan itu tanpa menempuh jalur hukum.

“Saya memang sudah mendatangi APPI (Asosiasi Pemain Profesional Indonesia) memberikan laporan, terkait persoalan gaji saya dengan SFC. Sekarang saya masih di Jakarta dan menunggu jawaban dari APPI, bagaimana baiknya menyelesaikan persoalan ini,” tuturnya.

Pemain asli Kamerun itu, menyatakan sebenarnya tidak ingin persoalan yang dianggapnya sebagai aib itu terlalu dibesar-besarkan, bahkan hingga menjurus ke jalur hukum. Dia sejak awal sudah mencoba berkomunikasi dengan manajemen SFC, bahkan sejak akhir kompetisi berakhir pada Agustus lalu, dia memutuskan tidak kemana-mana dan masih berada di Palembang untuk menunggu haknya.

“Kalian tahu sendiri saya di Palembang hingga Oktober lalu, tapi tidak ada niatan baik dari manajemen,” katanya.

Namun, adanya persoalan itu tidak serta merta Dzumafo jera main diklub-klub di Liga Indonesia. Kendati menyatakan ada tawaran untuk meminangnya musim depan, termasuk klub dari Malaysia, tapi dia menyatakan tetap ingin bermain di Indonesia Super League.

“Terpenting klubnya bagus (sehat),” ujarnya. (cw2)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved