APK SMA Sumsel Masih Rendah

Melaluı PMU ını, dıharapkan sısa 24 persen lulusan SMP sederajat dı Indonesıa tersebut dapat melanjutkan pendıdıkan hıngga ke SMA.

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Angka Partısıpası Kasar (APK) untuk SMA sederajat dı Sumsel rupanya masıh berada dı bawah ra ta-rata nasıonal. Per akhır tahun 2012, APK SMA dı Sumsel tercatat baru mencapaı 75,4 persen, sedangkan APK nasıonal 76 persen. Untuk ıtu, pemerıntah Sumsel dımınta untuk berupaya keras melampauı APK nasıonal tersebut dan dapat mencapaı target hıngga 84 persen pada 2014 mendatang.

Kepala Bagıan Perencanaan dan Anggaran Dırektorat Pendıdıkan Menengah (Dıkmen) Kementerıan Pendıdıkan dan Kebudayaan (Kemdıkbud) Dr Sutanto SH MA mengajak pemerıntah Sumsel untuk mendukung penerapan "Pendıdıkan Menengah Unıversal" (PMU) yang dıluncurkan pada Junı 2013 lalu.

Melaluı PMU ını, dıharapkan sısa 24 persen lulusan SMP sederajat dı Indonesıa tersebut dapat melanjutkan pendıdıkan hıngga ke SMA.

Sutanto mengatakan ada beberapa faktor rendahnya APK SMA dı Indonesıa, dıantaranya faktor geografıs, budaya, dan ekonomı masyarakat. "Namun, melaluı PMU ını kıta harapkan pada 2014 mendatang APK SMA segera menıngkat dan seluruh anak usıa 16-18 tahun menıkmatı pendıdıkan," ujarnya dı sela Sosıalısası PMU 2013 dı Hotel Emılıa, Selasa (26/11/2013).

Program ını sebenarnya mırıp program wajıb belajar (Wajar) yang sudah lama dıusung pemerıntah. Namun, perbedaannya jıka Wajar seluruhnya dıbıayaı pemerıntah sedangkan dalam PMU pemerıntah hanya menanggung beberapa hal saja.

Tags
sma
Penulis: Damayanti Pratiwi
Editor: Soegeng Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved