BlackBerry Ditinggal Tiga Bos Besar

Pada November lalu, BlackBerry memutuskan menunda rencana menjual perusahaan.

Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM - Setelah menunda rencana menjual perusahaan dan mengganti Chief Executive Officer (CEO), ternyata gonjang-ganjing dalam organisasi BlackBerry belum berakhir. Kini, perusahaan asal Kanada itu ditinggal tiga eksekutif yang selama ini memegang peran penting.

Dalam pengumuman hari Senin (25/11/2013), BlackBerry mengatakan, Chief Financial Officer (CFO) Brian Bidulka bakal hengkang. Posisi CFO selanjutnya diganti oleh James Yersh, yang juga duduk dalam dewan penasihat BlackBerry sampai akhir tahun ini.

BlackBerry juga akan ditinggal oleh Kristian Tear yang menjabat Chief Operating Officer (COO) dan Frank Boulben yang berada di posisi Chief Marketing Officer (CMO). BlackBerry belum mengumumkan siapa pengganti yang akan menduduki posisi COO dan CMO.

Tak berhenti sampai di situ. Roger Martin, seseorang yang tergabung dalam dewan direksi BlackBerry sejak 2007, juga menyatakan undur diri dari perusahaan tersebut.

Pada November lalu, BlackBerry memutuskan menunda rencana menjual perusahaan. Mereka memilih untuk meningkatkan dana baru sebesar 1 miliar dollar AS dari pemegang saham terbesar, yakni Fairfax Financial Holdings, dan investor institusi lain.

BlackBerry menunjuk seorang bernama John Chen untuk menjabat sebagai CEO sementara, menggantikan Thorsten Heins yang duduk sebagai CEO sejak awal 2012.

Analis Peter Misek dari lembaga finansial Jefferies berpendapat, Chen telah mengubah fokus bisnis BlackBerry dari pasar konsumen menuju pasar korporasi. "Dalam pandangan kami, CEO sementara Chen tidak berperilaku seperti CEO sementara, dan secara dramatis mengubah perusahaan," tulis Misek seperti dikutip dari Reuters.

Chen mempunyai pengalaman mengembalikan sukses perusahaan perangkat lunak database komputer bernama Sybase yang sempat mengalami krisis. Setelah Chen memimpin pada November 1998, Sybase perlahan naik dan mencapai kinerja keuangan yang kuat. Pada 2010, Sybase dijual ke perusahaan SAP asal jerman sebesar 5,8 miliar dollar AS.

Pria berusia 58 tahun ini berjanji membangun kembali bisnis BlackBerry dengan melakukan perubahan manajemen. "Saya akan terus menyelaraskan tim manajemen senior dan struktur organisasi," tutur Chen.

Pada kuartal kedua 2013, BlackBerry melaporkan kerugian hampir 1 miliar dollar AS, dengan pendapatan merosot 45 persen menjadi 1,6 miliar dollar AS.

Sumber: Kompas.com
Tags
BlackBerry
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved