Sering Dibilang Kurang Kerjaan

Jika sudah hobi, apa saja pasti rela dilakukan. Termasuk modal yang besar. Yang jelas, ada kebanggaan

Penulis: Yuliani | Editor: Sudarwan

KOMUNITAS Costum Players (cosplay) yang mulai mewabah belakangan ini menimbulkan warna tersendiri dari hobi mempadupadankan busana secara atraktif.

Terlebih jika hobi tersebut disukai banyak orang karena keunikannya.

Hal ini yang diungkapkan oleh Dinnichan (18). Mahasiswi Polsri ini mengaku awalnya tertarik ikut cosplay karena terinspirasi tokoh kartun atau komik favoritnya.

"Jika sudah hobi, apa saja pasti rela dilakukan. Termasuk modal yang besar. Yang jelas, ada kebanggaan tersendiri jika karakter tokoh yang kita tampilkan lewat busana itu dapat diakui oleh orang," ucapnya.

Lain halnya dengan Faisal (25). Karyawan swasta ini mengaku masih sempat menggeluti hobi unik yang satu ini walaupun pekerjaan menumpuk.

"Paling jika curi-curi waktu luang, bisa kumpul sama teman-teman. Makanya momen libur pasti dimanfaatkan betul untuk hal ini (cosplay)," ujarnya.

Faisal juga menambahkan, tidak hanya dari kalangan muda saja yang tertarik pada cosplay.

Hal itu terbukti dari beberapa komunitas cosplay di kota Palembang yang peminatnya dari semua kalangan.

Sementara itu, salah satu cosplayers lainnya Lee Chen (16) yang pada saat itu memakai kostum salah satu tokoh di Vocaloid family mengatakan, awalnya banyak opini orang yang mengatakan jika apa yang dilakukan sangat kurang kerjaan.

"Sering dibilang begitu. Tapi kami berkeyakinan, selama hobi kami tersebut inspiratif dan kreatif, maka sah-sah saja. Toh, pada akhirnya keberadaan cosplay di Indonesia khususnya di Palembang sudah mulai dilirik orang banyak juga," ucapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved