Saya Tidak Tahu Siapa yang Menembak

Seketika itu ia merasa ada yang mengenai kepala pada bagian kirinya.

Penulis: Beri Supriyadi | Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, INDERALAYA - Seorang petani karet bernama Samhudi (56) warga Desa Lubuk Bandung Dusun II RT 4 Kecamatan Payaraman Kabupaten Ogan Ilir (OI), yang sehari-hari berkebun di dekat areal perbatasan Rayon 6 PTPN VII Cinta Manis, tertembak. Namun siapa dan darimana tembakan tersebut tidak diketahui dan diduga merupakan peluru nyasar.

Menurut Samhudi, pada saat berkebun seperti biasanya, ia dikejutkan dengan bunyi suara tembakan. Seketika itu ia merasa ada yang mengenai kepala pada bagian kirinya. Bapak 6 orang anak ini langsung memegang kepala bagian kiri lantaran merasa sakit dan mengeluarkan darah.

"Saya tak tahu pak, siapa yang menembak," ungkapnya, Minggu (24/11/2013).

"Saya kemudian menyuruh adik saya memanggil Pak RT untuk minta diantar ke Puskesmas Payaraman. Lantaran petugas Puskesmas tidak sanggup, akhirnya saya dirujuk ke RSUD Kayuaguang untuk dioperasi," katanya.

Menurut pria paruh baya ini, alhamdulillah operasinya tidak berlangsung lama. Pelurunya kecil. Mungkin yang menggunakan senapan tidak tahu kalau pelurunya mengenai kepala saya hingga tembus topi pet biru yang digunakan saat berkebun. Ia juga menambahkan, selama ini saya tidak pernah punya musuh.

Sementara itu, Ketua RT 4 Herman mengatakan, warganya mengalami luka di bagian kiri kepala usai terkena peluru nyasar yang diduga dari senapan angin. Bahkan topi pet biru yang digunakan korban berlubang lantaran tajamnya peluru tersebut.

"Kita juga belum tahu siapa yang menembak, waktu di puskesmas saya antar dan urus Jamkesmasnya. Saat ke RSUD Kayuaguang dia diantar anaknya. Kita imbau kepada warga agar berhati-hati menggunakan senapan angin, soalnya bahaya sampai adanya kejadian tersebut, takutnya sampai menghilangkan nyawa," ujarnya.

Kapolsek Tanjung Batu AKP Eddy Suratno mengatakan, sudah mengetahui dan menangani hal tersebut. "Diduga peristiwa yang dialami korban berasal dari peluru senapan angin. Dia sudah dibawa ke RSUD Kayuagung, besok akan saya koordinir dengan Kapolpos untuk melihat kondisinya di rumah. Kalau senapan jenis Canon, Bunyamin itu memang legal, sedangkan jenis diatas 5 kaliber harus izin Perbakin dulu untuk berburu. Kita imbau kepada pemilik senapan angin agar berhati-hati menggunakan senapan, jangan sampai melukai," imbuhnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved