Media Harus Netral Hadapi Pemilu
Menurut Ninok, media bukan hanya berperan untuk memonitor pemberitaan seputar politik tetapi mendidik publik.
Penulis: Yuliani | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Menjelang pemilu legislatif 2014, pers memiliki sejumlah peran penting bagi perubahan sosial. Hal ini diungkapkan Ninok Leksono MA, salah satu dewan pers dari Jakarta saat menyampaikan materi dalam seminar sehari yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumsel di hotel Swarna Dwipa, Kamis (21/11).
Dalam seminar yang turut dihadiri sejumlah perwakilan media ini, Ninok menjelaskan kebebasan pers merupakan hak progatif yang didapatkan oleh jurnalis. "Terutama kebebasan yang positif dan produktif dalam menyikapi pemilu 2014," ucapnya.
Ditambahkannya pula, kemerdekaan pers seringkali terjadi kesalahgunaan. "Persoalan yang paling mendasar dan sering menghambat kemerdekaan pers salah satunya kepemilikan media tersebut. Media harus punya tanggung jawab, fokus pada idealisme. Apalagi jika menyangkut kepentingan oknum tertentu. Menjelang pemilu rawan sekali pemberitaan yang sudah melenceng dari aturan maupun Kode Etik Jurnalistik," ucapnya saat memberikan keterangan pada sejumlah wartawan.
Menurut Ninok, media bukan hanya berperan untuk memonitor pemberitaan seputar politik. Tapi bagaimana mendidik publik agar memberikan partisipasi dan menyampaikan aspirasi. Maka dari itu, wartawan harus memiliki integritas dan fokus pada amanah tersebut.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Djarod Padakova yang merupakan salah satu narasumber dalam seminar tersebut mengatakan, pihaknya akan bekoordinasi dengan dewan pers.
"Sejauh ini belum ada laporan mengenai kekerasan pada insan pers secara fisik. Jikapun ada laporan, hanya berupa pelanggaran seperti pencemaran nama baik. Dan itu segera diproses," ucapnya.
Djarod mengatakan, semua elemen dipastikan turut mengawasi jalannya pemilu legislatif 2014. Selain kerjasama dengan media, Panwaslu dan KPU, serta jajaran terkait juga akan memantau perkembangan pemilu mendatang.