Turis Belanda Menangis Karena Dijambret
Pelaku memakai helm dan mengendarai sepeda motor Fiz-R warna hijau.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Maraknya kasus curat di Palembang akhir-akhir ini dialami warga negara asing, Suzanne Jeane (23) serta kedua temanya Matthijs Eelco Abram (29) dan Charlen (22) warga negara Belanda saat berwisata ke Indonesia dan datang ke Palembang dalam rangka liburan. Mereka dijambret oleh kawanan penjambret motor di Jalan Madang Sekip Pangkal saat hendak mencari makan, Selasa (19/11/2013) pukul 12.00.
Korban sempat menangis di pinggir jalan saat tas tanganya berwarna coklat berhasil dibawa kabur pelaku. Atas kejadian tersebut Suzanne bersama 4 orang temanya mendatangi Kapolresta Palembang untuk melapor.
Teman korban, Rian (27) warna negara Indonesia yang beralamat di Kenten Laut menerangkan jika korban bersama kedua temanya Matthijs Eelco Abram (29) dan Charlen (22) tinggal di Hotel Swiss Bellinn Jalan Sudirman, Simpang Sekip. Saat kejadian korban sedang berjalan di daerah Sekip Jalan Madang untuk mencari makan.
Namun belum sampai ke tempat tujuan tasnya dijambret oleh dua orang yang tak dikenal. Pelaku memakai helm dan mengendarai sepeda motor Fiz-R warna hijau. Suzanne sempat melihat ada motor yang memutar di depan mereka sekitar 50 meter dan saat menuju ke arahnya pelaku yang berada di bagian depan langsung menjambret tas tangan yang berada ditangan kanannya. Setelah mendapatkan tas pelaku langsung kabur dan tak terkejar korban.
Korban sempat menangis dipinggir jalan karena di dalam tas tersebut ada iPhone 4, Kartu Identitas Mahasiswa, kartu asuransi dan uang tunai Rp 300 ribu. Rian yang telah sampai ditempat makan yang akan dituju korban mengatakan, ia mengetahui teman bulenya dijambret saat ada orang yang berkata padanya ada dua orang bule menangis dipinggir jalan karena dijambret. Ia pun langsung mendatangi tempat kejadian dan mengajaknya melapor kepolisi. Atas kejadian tersebut total kerugian korban mencapai Rp 8 juta.
"Suzanne merupakan mahasiswa Maastreet University bersama temanya ke Palembang untuk liburan, sebelumnya mereka telah mengunjungi Bali, Bangka, Yogyakarta dan kini ke Palembang dan nanti akan pulang ke Belanda tanggal 27 November. Korban sekarang sudah tenang karena iPhone tersebut telah ia blokir dari internet sehingga tidak dapat digunakan oleh pelaku," ujar Rian.
Kanit SPKT Ipda M Husni mengatakan, kasus penjambretan di Palembang memang cukup tinggi, oleh karenanya dihimbau pada masyarakat untuk waspada saat ada di jalan. "Terkait kasus penjambretan yang dia alami turis tersebut akan kita selidiki dan kita proses," katanya. (cr10)