Pak Hakim, Dia Itu tidak Gila
Fredi menghabisi nyawa Muslim secara keji di rumahnya sendiri. Mulanya, Muslim diundang Fredi bermain
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Karena saksi ahli yang diajukan Jaksa Gunawan, tidak datang, Efredi alias Fredi batal menjalani sidang keterangan saksi di PN Palembang, Selasa (19/11/2013). Majelis hakim yang diketuai Denson menunda sidang hingga pekan depan.
"Kita masih menunggu saksi ahli yang diajukan jaksa. Semoga saksinya bisa datang pekan depan," kata Denson sesaat sebelum menutup sidang.
Dijelaskan Gunawan, saksi ahli yang tidak datang berstatuskan tim kedokteran di RS Ernaldi Bahar (Erba) Palembang.
Gunawan sengaja mengajak si dokter untuk memastikan kesehatan kejiwaan Fredi.
Pasalnya, pengacara terdakwa pembunuh Muslim (7) di Kalidoni Palembang itu masih bersikeras kliennya mengidap penyakit jiwa.
"Saksi ahli sudah kita undang untuk jalani sidang hari ini. Namun, karena dia ada kerjaan di luar kota, ia tidak bisa datang," kata Gunawan.
Sebelum dikembalikan ke ruang tahanan PN Palembang, Heni selaku ibunda Muslim tak kuasa menahan emsoinya.
Dengan lantang, wanita beranak dua ini mengatakan pembunuh anaknya itu tidak gila.
Beruntung, emosi Heni berhasil diredam keluarga sehingga luapan emosinya hanya sebatas teriakkan singkat.
"Pak hakim, dia itu tidak gila," kata Heni.
Sebelumnya, Gunawan mendakwa Fredi dengan pasal berlapis. Adapun pasal-pasal yang dijerat kepada Fredi adalah pasal 340 KUHP, pasal 338, pasal 351 ayat (1), dan pasal 80 tentang perlindungan anak. Fredi pun bisa saja dihukum mati atau seumur hidup.
Seperti diketahui, Fredi menghabisi nyawa Muslim secara keji di rumahnya sendiri. Mulanya, Muslim diundang Fredi bermain Playstation di rumahnya.
Muslim menerima ajakan itu. Saat Muslim asyik bermain, Fredi menyodomi Muslim.
Demi menghilangkan bukti perbuatannya, Fredi menyayat perut Muslim dengan pisau hingga usus Muslim terburai.
Belumn usai melakukan tindakan kejinya, Heni datang ke rumah Fredi untuk menjemput anaknya. Sayang, yang didapat Heni anaknya yang sudah berlumuran darah dari bagian perut dan sudah tidak sadarkan diri. Sementara Fredi berhasil kabur dengan lewat jendela rumah.
Muslim yang sekarat lalu dirawat di rumah sakit. Namun, nyawanya tak berhasil diselamatkan setelah sepekan dirawat di rumah sakit.