Warga Sesalkan Orang yang Rusak Bunga Bangkai Perumnas

"Rencana mau dirawat makonyo ini dipagari tali rapia dan dikasih tulisan," ungkap Doni

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Sudarwan
Warga Sesalkan Orang yang Rusak Bunga Bangkai Perumnas - 20131113raflesia1.jpg
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Bunga Bangkai yang sudah layu di depan halaman rumah Mubin
Warga Sesalkan Orang yang Rusak Bunga Bangkai Perumnas - 20131113raflesia2.jpg

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Warga Jalan Kelapa Sawit 6 Blok 6 RT 18 RW 14 Perumnas Talangkelapa menyesalkan ulah orang yang merusak bunga bangkai raflesia hingga mati.

"Sabtu (9/11/2013) ketahuan. Terkejut. Kelihatannya diganggu anak-anak. Dua hari yang lalu mati. Tapi kayaknyo ado tunas baru di situ. Rencana mau dirawat makonyo ini dipagari tali rapia dan dikasih tulisan," ungkap Doni (18), putra pemilik areal tanah yang ditumbuhi Bunga Bangkai, Kamis (14/11/2013).

Menurut pelajar kelas 3 SMA Etika Pakjo ini, bapaknya yang pertama kali menemukan bunga bangkai ini.

"Yang pertamo lihat bapak aku, Mubin (Karyawan Indomie). Waktu nak bersih-bersih. Pas baru tumbuh kayak jantung pisang, sempat ditebangnyo. Yang keduo kali numbuh. Pas hari minggu tercium dikit. Bau bangkai. Hari Senin mati, diganggu anak-anak maen," sesal Dino.

Menurut Doni, tidak ada kemungkinan sengaja ada yang membawa bibit. Menurutnya paling-paling burung yang bawanya. Karena tempat ini tidak pernah terurus. Sejak ditumbuhi Raflesia inilah barulah dipagari tali rapia.

Hal senada yang menyayangkan matinya tumbuhan langka ini juga diucapkan beberapa warga sekitar rumah Dino.

"Sayang diganggu. Padahal pacak besak," kata Yuni.

Pada saat awal kemunculan bunga bangkai ini, diakui warga banyak sekali yang penasaran sehinga puluhan warga mulai dari anak-anak hingga kakek-nenek mendekati bunga yang selama ini terkenal tumbuh di Bengkulu. Ada yang sekadar memperhatikan dan ada pula mengabadikannya memotret dengan kamera ponsel.

"Hari sabtu itu bagus nian. Banyak yang foto. Itulah dipagari. Banyak nian yang nonton," ujar Burhan.

Begitu juga diutarakan Nazarudin yang memuji kemolekan bunga ini, meski diakuinya saat didekati mengeluarkan bau.

"Bau bangkai, busuk. Pecak bangkai manusia. Kamarin itu bagus. Sejak ini tumbuh, banyaklah yang ke sini. Ini baru sekali inilah muncul. Sekamo ini jingok di televisi. Di Bengkulu. Termasuk bunga langka," kata Nazarudin.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved