SFC Update

Wow! Bayaran Popon-Diego Samai Gaji 12 Tantan

SFC sepertinya tak sanggup membayar gaji kedua pemain yang dianggap kemahalan.

Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Niat Sriwijaya FC mempertahankan dua pemain musim lalu, Ponaryo 'Popon' Astaman dan Diego Michiels tidak akan berjalan lancar. Nasib kedua pemain ini diikaji ulang seiring dengan mahalnya kontrak Popon dan masih meragukannya atitude Diego.

SFC sepertinya tak sanggup membayar gaji kedua pemain yang dianggap kemahalan. Jika dikontrak maka SFC akan mengeluarkan Rp 2,4 miliar. Gaji kedua pemain bahkan bisa mengganji 12 pemain seperti Tantan.

Untuk diketahui, musim lalu kontrak pemain kelahiran Lembang yang bersinar bersama SFC itu, hanya Rp 200 jutaan. Jika SFC benar- benar ingin efisien gaji Popon-Diego bisa menggaji pemain berkualitas yang masih muda.

Menanggapi ini Manajer SFC, Robert Heri saat dihubungi Sripoku.com, Selasa (29/10). Menurutnya, meski pada rapat manajemen terakhir di Griya Agung beberapa pekan lalu, Presiden Klub sudah menyatakan, jika Popon tetap dipertahankan, bukan berarti keputusannya final dan mengikat. Sebab, pernyataan itu sebatas lisan dan belum ada ikatan pra kontrak apapun dengan Ponaryo.

"Kita belum putuskan nasib Popon karena masih akan melakukan evaluasi dengan menggelar rapat lanjutan lagi. Jadi kita kembali menggelar rapat yang dihadiri seluruh manajemen sebelum menentukan kontrak dia bersama SFC musim depan," katanya.

Apalagi dalam pengambilan keputusan itu, dia selaku manajer tim belum memberikan masukan terkait nasib Popon kedepan. Padahal, banyak hal yang ingin dia kemukakan sebagai pertimbangan sebelum memutuskan memperpanjang kontak kapten tim itu. Seperti, Ponaryo yang meminta kenaikan kontrak yang sangat signifikan dan bahkan lebih besar dari musim lalu dan tentu saja hal itu sangat memberatkan tim.

Seperti diketahui, Popon dikontrak 1,1 miliar dan musim mendatang sang pemain meminta kontrak sebesar 1,2 miliar. Sementara Diego Rp 1,2 miliar. Menanggapi ini Robert enggan secara blak-blakan merinci kontrak sang pemain. Dia menyatakan, kontrak dan gaji Popon ini adalah yang tertinggi dibandingkan pemain SFC lainnya. "Makanya kita cukup kesulitan untuk mencarikan bapak angkatnya," terang Robert.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Pemprov Sumsel itu menegaskan, masih melihat keinginan Popon sendiri. "Kita harap Popon mengerti dengan keadaan tim kita saat ini. Apalagi saya kira cukup wajar jika kontrak Popon diturunkan jika melihat performanya yang sudah termakan usia," ucapnya.

Pemain kelahiran Balikpapan itu, dianggap Robert tidak tangguh lagi lantaran usia sudah menginjak 34 tahun. Belum lagi, Popon juga termasuk salah satu pemain yang mengomandoi pemain untuk mogok di akhir kompetisi. Makanya, manajemen akan mengkaji ulang
kontraknya.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Pemprov Sumsel itu menegaskan pihaknya masih ingin melihat keinginan Popon sendiri, apakah memang masih ingin memperkuat SFC atau tidak musim depan.

Kalau memang Popon memang mencintai SFC dia harus bisa menerima apabila nilai kontraknya harus diturunkan, karena memang finansial timnya termasuk tim lainnya tidak lagi ditopang APBD.

"Kita harap Popon mengerti dengan keadaan tim kita saat ini. Apalagi saya kira cukup wajar jika kontrak Popon diturunkan jika melihat performanya yang sudah termakan usia," ucapnya.

Sementara nasib Diego sendiri, Robert pun masih menimang-nimang apakah akan diperpanjang atau tidak. Pasalnya, dia masih meragukan atitude pemain naturalisasi asal Belanda itu, yang dianggap suka keluar malam dan membantah keputusan pelatih. Belum lagi, kontraknya minta dinaikkan secara drastis, padahal statusnya musim lalu lebih banyak menghuni bangku cadangan.

"Jelas ini menjadi pertimbangan kita juga dan keputusannya akan kita ambil setelah melihat performanya di SEA Games Myanmar Desember mendatang. Sebab, hal itulah (kualitas) yang bisa membantu dia, agar kita mempertahankannya," ujar Robert. (cw2)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved