Rekening Kosong, Hambat Pencairan Sertifikasi Guru

Akibat kosongnya rekening Bank SumselBabel (BSB) yang digunakan guru dalam pemberkasan sertifikasi, menghambat proses pencairan dana sertifikasi.

Rekening Kosong, Hambat Pencairan Sertifikasi Guru
SRIPOKU.COM/DAMAYANTI PRATIWI
Kepala Bidang (Kabid) SMP, SMA, dan SMK Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Palembang Drs H Lukman Haris MSi 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Akibat kosongnya rekening Bank Sumsel Babel (BSB) yang digunakan guru dalam pemberkasan sertifikasi, ternyata menghambat proses pencairan dana sertifikasi. Hal ini membuat sejumlah guru harus membuka rekening baru karena rekening kosong ini tidak hanya menghambat pencairan untuk yang bersangkutan, tetapi juga proses pencairan seluruhnya.

Hal ini dikatakan Kepala Bidang (Kabid) SMP, SMA, dan SMK Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Palembang Drs H Lukman Haris MSi, Jumat (18/10/2013). Ia mengatakan seharusnya pencairan sertifikasi untuk guru SMP dan SMA sederajat sudah dilakukan seminggu lalu. Hanya, karena ada sekitar 50 guru dari total seluruh guru yang rekeningnya kosong, akhirnya menghambat pencairannya.

Pencairan baru bisa dilakukan Rabu (16/10/2013) lalu setelah semua guru yang rekeningnya kosong tersebut membuka rekening baru. "Ada sekitar 50 guru yang rekeningnya kosong sehingga menolak untuk diisi dan menghambat proses pencairan sertifikasi yang seharusnya dicairkan seminggu yang lalu. Tetapi, setelah mereka membuka rekening baru dan kembali didaftarkan, mulai Rabu kemarin sudah dicairkan dan guru bisa langsung melakukan pengecekan ke rekening masing-masing," ujarnya.

Lukman menghimbau semua guru untuk tidak serta merta mengambil semua isi tabungan setelah sertifikasi dicairkan karena ini menghambat proses pencairan. "Silahkan sisakan sebagian atau minimal untuk biaya administrasi bank, sehingga tidak kosong," himbaunya. Saat ini, sebanyak 3.878 guru dana sertifikasinya sudah dicairkan, baik untuk guru SMP, SMA, SMK, serta pengawas.

Ia merincikan guru SMP penerima sertifikasi di triwulan ketiga sebanyak 2.018 orang, guru SMA sebanyak 1.211 orang, guru SMK sebanyak 535, dan pengawas sekolah menengah (SM) sebanyak 114 orang. Dikatakannya, tidak hanya guru yang menerima untuk satu triwulan saja yang menerima pencairan sertifikasi, tetapi juga termasuk guru yang sejak Januari lalu belum menerima sama sekali.

"Ada beberapa guru yang sejak Januari belum menerima tunjangan profesi sama sekali. Pada triwulan ketiga ini semua guru yang belum menerima pencairan, akhirnya menerima sertifikasi," ujarnya. Dengan cairnya dana sertifikasi guru selama tiga triwulan ini, artinya tidak ada lagi guru yang belum menerima sertifikasi sejak Januari. Mereka tinggal memfokuskan diri untuk melakukan pemberkasan untuk pencairan sertifikasi triwulan keempat yang prosesnya jauh lebih mudah.

Dijelaskannya, proses pemberkasan untuk triwulan keempat sangat mudah. Guru hanya perlu melampirkan surat pernyataan mengajar dari kepala sekolah dan nomor rekening yang berlaku. Pihaknya juga akan melakukan sosialisasi pada seluruh kepala sekolah agar operator yang bertugas memasukkan data ke pusat, benar-benar kompeten sehingga tidak melakukan kesalahan yang merugikan guru.

Karena menurutnya, jika kesalahan dilakukan operator ketika memasukkan data guru, maka akan menghambat proses pendataan yang juga berakibat pada pencairan dana sertifikasinya. "Kita akan himbau kepala sekolah untuk memilih operator yang benar-benar kompeten sehingga tidak melakukan kesalahan. Kesalahan satu huruf saja pada data guru akan berakibat nama guru langsung dicoret dari daftar penerima sertifikasi," ungkapnya. (damayanti pratiwi)

Editor: Soegeng Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved