Petugas Kebersihan TAA Minim
Beberapa titik seperti di area belakang dekat pompa sumur bor masih banyak bertebaran sampah.
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Masih minimnya petugas kebersihan menjadi salah satu faktor belum maskimalnya kebersihaan di Terminal Alang Alang Lebar Palembang menjadi perhatian, Kamis (17/10/2013).
Beberapa titik seperti di area belakang dekat pompa sumur bor masih banyak bertebaran sampah. Sebelumnya tim ini melihat toilet dengan sumber air sumur bor.
"Saya ini dalam rangka pemantauan Gerakan Bersih Negeriku. Memantau fasilitas kebersihan di terminal-terminal. Oh nggak (bukan penilaian). Kemarin itu kan Pak Restu mencanangkan Gerakan Bersih Negeriku kan! Kita melakukan pemantauan aja. Untuk menilai tidak membandingkan itu udah. Memantau Gerakan Bersih Negeriku udah dimengerti, udah jalan. Pokoknya menciptakan kebersihan di stasiun-stasiun," ungkap Nunung Nurhayati, Staf Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Kementerian Perhubungan.
Penekanan Gerakan Bersih Negeriku ini kata Nunung ditujukan ke semuanya, termasuk pengguna jasa terminal.
"Kesemuanya Pak. Kan kebersihan itu yang bertanggungjawab itu kan memang kepala terminalnya, mungkin Kadishubnya sendiri. Bagaimana kita tahu perilaku mereka (pengguna jasa terminal/stasiun). Setiap daerah kan Beda-beda. Karakteristik penduduk itu kan macam-macam. Saya habis dari Stasiun Kertapati. Stasiun menurut saya udah bagus. Bak sampahnya sudah ada. Cuma kan stasiun kertapati kan lagi pembenahan. Jadi mereka belum. Yang biasa memasang stiker membuang sampah pada tempatnya belum terpasang. Karena masih dibangun. Kalau saya lihat terminal ini luas. Kayaknya petugas kebersihannya itu nggak sebanding dengan luas terminalnya. Saya nggak tahu luas terminalnya berapa. Tetapi petugasnya hanya ada lima. Air juga katanya masih dari air sumur bor," kata Nunung.
Sementara Kepala Bidang Pengendalian Transportasi Jalan, dan Rel Dinas Perhubungan Kota Palembang, Agus Supriyanto didampingi Kepala UPTD Terminal AAL Elba Iskandar SSos MSI berjanji akan memaksimalkan petugas kebersihan.
"Terminal ini luasnya kurang lebih lima hektare. Kebetulan (SDM kebersihan) ini kan outsourching ya. Walaupun dengan ada lima ini akan kita optimalkan. Kita upayakan dan ini juga sebagai masukan kita dari Tim Kajian Kemitraan dari Kementerian Perhubungan ini, masalah air tadi disinggungnya, karena beliau juga ngecek WC nya. Kemudian kebersihan di mushola, masuk ke tempat buang airnya. Terkendala air rupanya. Karena dilihat tadi airnya beli. Atau nanti secepatnya kita koordinasi dengan PDAM Tirta Musi karena masih jauh. Bagaimana caranya nanti kita koordinasi," kata Agus.
Safari, salah seorang pengguna jasa Terminal Alang Alang Lebar KM 12 Palembang yang sedang menunggu juga berharap TAA ini agar terawat.
"Sudah lumayan baguslah. Apa ini sedang perehaban atau mau dibangun. Tadi di toilet ada air di dalam baru ember. Nggak ada bak. Kebersihan masih kurang saya bandingkan terminal di Padang Ulak Karang. Lantainya kurang bersih. Keramik pecah-pecah udah lama nggak terawat sampai ambles. Kayak lama nggak dihuni. Rumput-rumput dipangkas. Atau tanami rumput kasur. Sampah masih berserakan," kata Safari asal Damasraya, Sumbar.
Tim ini selain Nunung Nurhayati, ikut juga staf Kementerian Perhubungan Syahrul Huda, dan Nensi.
Sesekali, Nunung berseru menyarankan agar dibikin tulisan jangan buang sampah sembarangan.