Harga Cabai Merah Rp 70 Ribu Per Kg
Menurut beberapa pedagang kenaikkan harga ini dipicu oleh kurangan stok, sedangkan kebutuhan masyarakat terus meningkat.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Jelang Idul Adha harga cabai merah di beberapa pasar tradisional Palembang mengalami kenaikkan hingga Rp 70 ribu.
Di Pasar Palimo harga cabai merah ini capai Rp 70 ribu dari sebelumnya Rp 40 ribu.
Menurut beberapa pedagang kenaikkan harga ini dipicu oleh kurangan stok, sedangkan kebutuhan masyarakat terus meningkat.
"Sebelumnya harga cabai merah ini hanya berkisar antara Rp 35 ribu sampai Rp 40 ribu per kilo, hari ini peningkatannya cukup drastis per kilonya capai Rp 70 ribu," ujar Supri, salah satu pedagang cabai di Pasar Palimo, kepada Sripoku.com, Jumat (11/10/2013).
Hal senada juga disampaikan oleh Irawan, pedagang sayuran di Pasar Cinde. Sepeti yang disampaikan Supri, harga cabai hari ini naik drastis, beberapa hari yang lalu, harga cabai ini hanya sekitar Rp 40 ribu per kilogram dan sekarang naik hingga Rp 70 ribu per kilogram.
Kenaikkah harga cabai ini juga dibarengi dengan kenaikkan harga sayur-sayuran lainnya seperti kacang buncis, kacang panjang, dan wortel.
Harga kacang buncis di Pasar Palimo mencapai Rp 8 ribu per kgo dari harga sebelumnya Rp 4 ribu. Begitu juga dengan harga kacang panjang biasanya hanya Rp 4 ribu per ikat naik menjadi Rp 6 ribu perikat. Harga kentang tidak kalah mahalnya, yakni Rp 12 ribu per kg dari sebelumnya hanya Rp 8 ribu per kg.
Kebutuhan pokok lainnya seperti beras juga mengalami kenaikkan. Harga beras patin 20 kg biasanya dijual dengan harga Rp 165 ribu, naik menjadi Rp 175 ribu per 20 kg.
Nurimah, salah seorang pedagang Km 5 juga mengungkapkan hal yang sama bahwa harga daging sapi dan ayam saat ini kembali naik di seluruh pasar tradisional dan khususnya daging ayam yang bisa melonjak sangat tinggi.
“Harga daging ayam kembali naik saat di pertengahan September lalu yang melonjak sangat drastis yang biasa bisa di jual Rp 22– Rp 25 ribu saat ini hampir mencapai Rp 40–Rp 45 ribu,” tuturnya.
Melambungnya harga kebutuhan pokok ini disesalkan oleh para pembeli. Salah satunya adalah Marni. Pengusaha rumah makan ini mengeluh dengan naiknya harga kebutuhan ini.
"Biasanya saya bawa uang Rp 700 ribu kebutuhan yang saya cari sudah lengkap bahkan ada sisa uang, tapi sekarang benar-benar tidak bersisa lagi," ujarnya.
Dia mengharapkan kepada pemerintah untuk menjaga kestabilan harga di pasaran. (Siti Olisa)