Cuaca Palembang Panas "Bedengkang", Pedagang Es Panen
Panasnya yang cukup menyengat ini terutama pada siang hari di luar ruangan dirasakan warga sangat mengganggu aktivitas.
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Warga Sumatera Selatan khususnya Kota Palembang terutama para pekerja lapangan menggerutu panasnya cuaca saat ini.
Menurut Kasi Observasi dan Informasi Stasiun Meteologoli Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika SMB II Palembang, Agus Santosa, tingginya suhu ini kondisi alam di masa peralihan.
Panasnya yang cukup menyengat ini terutama pada siang hari di luar ruangan dirasakan warga sangat mengganggu aktivitas.
"Dari catatan Stasiun Meteologoli BMKG SMB II Palembang, suhu siang hari saat ini mencapai 34 derajat celcius. Suhu panas yang terjadi pada saat ini akibat masa peralihan. Intensitas hujan di masa peralihan dari kemarau ke musim penghujan ini turun secara sporadis atau jarang. Peningkatan suhu udara mencapai 34 derajat celcius dikarenakan pada bulan Oktober ini letak matahari berada di atas wilayah Sumsel," ungkap Agus Santosa.
Penyebab lain sehingga timbulnya cuaca panas ini juga katanya, dipengaruhi cuaca dinamis yang berada di Pasifik Barat serta laut Cina Selatan.
Meski cuaca saat ini mencapai 34 derajat celsius dan masih dapat ditoleransi karena tidak terlalu ekstrem. Namun Agus mengimbau agar warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama pada saat siang hari.
Karena biasanya kondisi pancaroba saat ini rentan terhadap gangguan kesehatan.
Sementara dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel telah mengimbau jajarannya hingga ke tingkat kabupaten/kota untuk menginstruksikan warga agar menggunakan masker saat mengendarai kendaraan bermotor.
Johan (43), yang sehari-hari bekerja mengantar jemput anak sekolahan yang ditemui di Jl Kolonel H Barlian mengaku cuaca panas sangat menyengat.
"Dak tau hari ini rasonyo panas bedengkang (terik, red). Sampe tigo botol minuman (air mineral) minum. Saking dibuat kering kerongkongan ini," kata Johan.
Hal senada juga dikatakan Indra (32), pengendara sepeda motor yang mengaku melihat aspal berkilau.
"Apo kato wong tu pecak patamorgana. Saking panasnyo, aspal itu berkilauan," ujar Indra.
Lain halnya dengan Umar (45), pedagang es gerobak keliling yang mengaku justru panas ini memberikan berkah padanya.
"Yo biasolah lah sudah jadi harapan kami biar jualan ini laku, cepet abis dibeli wong. Kalo panas cak ini, dak usah nak ngunggu sore. Siang ini lah pacak balek lah itu. Dijamin laku keras, banyak wong nak pengen minum es," kata Umar.