Update SFC
Popon Juga Diminta untuk Dipertahankan
Ketua Umum Singa Mania, Hendri Zainudin menyatakan kalau kedua pemain ini baik FR-12 maupun Popon merupakan ikon SFC.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Tidak hanya meminta Ferry Rotinsulu atau FR-12 saja agar bisa dipertahankan musim depan, Kelompok Suporter Sriwijaya FC, Singa Mania juga berharap agar manajamen bisa mempertahankan sang kapten, Ponaryo ‘Popon’ Astaman.
Ketua Umum Singa Mania, Hendri Zainudin menyatakan kalau kedua pemain ini baik FR-12 maupun Popon merupakan ikon SFC. Selain memang sudah lama memperkuat Laskar Wong Kito, keduanya juga merupakan pemain senior yang bisa menjadi penyeimbang tim.
“Artinya baik Ferry maupun Popon ini bisa menjaga keseimbangan tim, di tengah skuad yang mengalami perobakan total,” katanya disela-sela aksi solidaritas “Gerakan Save FR 12-Pengumpulan 10.000 Tanda Tangan di simpang lima DPRD Provinsi Sumsel, Senin (7/10/2013).
Dikatakan, sebagai pemain yang paling lama berseragam SFC tentu Ferry akan sangat diperlukan untuk membimbing pemain-pemain muda. Apalagi, diketahui kondisi kiper asal Palu itu sudah semakin menunjukkan progres signifikan dengan bisa berlatih, meskipun secara teknik bermain di lapangan masih harus adaptasi lagi. Jadi sebenarnya tidak ada alasan kalau manajemen masih ingin melepas Ferry, sebab masih banyak solusi terkait kondisinya yang belum pulih itu.
“Manajemen kan bisa saja melakukan kontrak perbulan pada Ferry, jika memang masih ragu dengan kondisinya. Jadi negosiasinya bisa saja dilakukan kalau kondisi Ferry sudah benar-benar pulih,” jelasnya.
Sementara Ponaryo Astaman sendiri, lanjut Hendri, merupakan aset berharga bagi SFC. Seperti diketahui kalau pemain ini sudah dikontrak dua tahun dan diproyeksikan untuk menjadi pelatih SFC kedepan. Namun, melihat pemberitaan beberapa hari terakhir yang mengindikasikan kalau Popon juga bakal terdepak, jelas keputusan manajemen kali ini sudah diluar kewajaran
“Kita bukan bermaksud untuk campur tangan kebijakan yang akan diambil manajemen, tapi masalahnya kali ini berbeda, sebab persoalannya sudah sangat besar,” tegasnya. (darwin s)