Nelayan Diminta Mulai Waspadai Ombak Besar

Untuk tinggi gelombang kita mulai siap-siap lagi. Memasuki awal hujan ini ya terutama di masa pancaroba biasanya kapan cuacanya buruk

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Sudarwan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Memasuki awal hujan dan pada masa pancaroba sekarang ini Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mengingatkan para nelayan dan pengguna transportasi laut untuk mewaspadai ombak besar.

"Untuk tinggi gelombang kita mulai siap-siap lagi. Memasuki awal hujan ini ya terutama di masa pancaroba biasanya kapan cuacanya buruk, walau hanya beberapa jam gelombang juga kita punya perairan itu ikut tinggi juga perairan Bangkabelitung. Kemudian di perairan Musi juga kadang ada gelombangnya juga. Apalagi di sekitar selat Belacak penyeberangan Bangka dan Belitung itu di bulan-bulan akhir tahun ini dengan awal tahun biasanya mulai menunjukkan gelombang yang tinggi sehingga bisa perlu diwaspadai dan diantisipasi oleh kita pengguna transportasi laut," ungkap Kasi Observasi dan Informasi Meteorologi BMKG SMB II Palembang,  Agus Santosa yang melakukan pantauan di Posko TMC (Tekhnologi Modifikasi Cuaca) Sumatera di Base Ops Lanud Palembang, Kamis (3/10/2013). 

Menurutnya potensi untuk ombak besar di atas 2 meter yang sudah termasuk jika sudah berbahaya ini supaya diindahkan. 

"Kalau yang berbahaya sebenarnya relatif. Tetapi yang jelas untuk kapal-kapal yang kecil kalau seandainya sudah lebih dari 2 meter itu sudah bisa dikatakan berbahaya. Tetapi kalau pengamatan maksimum di bawah 2 meter itu aman. Tapi kalau sudah ada pernyataan lebih dari 2 meter itu berbahaya. Kadang di laut bisa mencapai 6 meter atau 5 meter dan lain-lain. Jadi sudah lebih dari 2 meter itu sudah siap-siap terutama untuk kapal-kapal nelayan," imbaunya. 

Dijelaskannya munculnya tinggi gelombang ini merupakan pengaruh angin kencang akibat gangguan cuaca buruk.

"Memang sebenarnya tinggi gelombang ini juga dampak dari angin kencang. Angin kencang ini juga karena gangguan cuaca buruk. Baik itu tekanan rendah maupun badai-badai atau tropical siklon yang ada di sekitar wilayah kita. Biasanya angin menjadi kencang, tentunya gelombang jadi tinggi," terang Agus.  

Seperti diketahui saat ini wilayah Sumatera Selatan terutama sebagian di Kota Palembang hampir setiap hari terus diguyur hujan memasuki musim penghujan.

"Diperkirakan bulan Oktober inilah kita mulai banyak panen hujan atau musim hujan. Jadi curah hujan bisa diperkirakan sudah lebih dari 150 mm bahkan sampai 300 mm di bulan Oktober ini," ujarnya. 

Pada bulan November menurutnya akan lebih meningkat lagi. Bahkan ada di beberapa tempat terutama di sekitar Ogan Ilir, Banyuasin dan Palembang itu bisa esktrem. Itu bisa mencapai di atas normal dekat-dekat 50 mm di bulan November nanti. Jadi ini tentunya berdasarkan data historis pernah terjadi,  kondisi curah hujan yang melebihi di atas normal. Kalau normalnya rata-rata antara 300-400 mm pada bulan November, kalau di atas normal bisa lebih dari 400 mm.

Tags
ombak
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved