Honorer di Muaraenim Dihipnotis
Seorang honorer di Kabupaten Muaraenim menjadi korban hipnotis dari dua lelaki yang tidak dikenal.
Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Meissy Meiliani (18), honorer Pertanahan Muaraenim diduga telah dihipnotis oleh dua laki-laki tidak dikenal. Akibatnya ia kehilangan motor dan barang berharga lainnya di Jl A Yani, tepatnya di depan halaman Masjid Agung Muaraenim, Jumat (20/9/2013).
Kejadian tersebut berawal Meissy usai melaksanakan salat di Masjid Agung Muaraenim. Ketika akan pulang tiba-tiba ia didekati oleh seorang laki-laki yang tidak dikenal dan meminta tolong kepada korban untuk minta diantarkan ke pesantren dengan alasan ingin bertemu ulama karena ingin menjual Al- Quran stambul.
Untuk menyakinkan korban, lalu datang seorang laki-laki yang mengaku sebagai anggota polisi dari Polsek Gunung Megang sembari menepuk bahu korban dan langsung mengajaknya mengobrol tentang manfaat Al-Quran stambul.
Dalam pembicaraan, pelaku mengatakan jika korban sedang diguna-gunai seseorang dan harus segera diobati. Karena lokasi di masjid tidak memungkinkan pelaku mengajak Meissy ke GOR dengan alasan untuk diobati. Kemudian dengan menggunakan sepeda motor Scoopy BG 6052 OI milik Meissy, mereka langsung ke GOR Pancasila.
Setelah tiba ditempat, pelaku langsung meminta tangan Meissy dan menghisap jempol tangannya hingga sampai keluar jarum. Melihat korban mulai termakan tipu muslihatnya, pelaku langsung mengeluarkan jurus meminjam motor korban beserta STNK, laptop merk Acer, ponsel Samsung dan uang Rp 70 ribu dengan alasan dipinjam sebentar untuk membayar pengobatan kakek pelaku yang sedang di rawat di RSUD Muaraenim.
Setelah sampai di rumah sakit, pelaku meminta korban untuk menunggu di musla disuruh melaksanakan sholat Ashar sampai Isya sebagai syarat untuk pengobatan. Dan setelah Isya' barulah korban bisa bertemu dengan pelaku. Kemudian pelaku meninggalkan korban dan beralasan akan menjemput temannya di GOR Pancasila. Setelah ditunggu-tunggu hingga Isya, pelaku ternyata tidak kunjung datang, barulah korban tersadar jika dirinya telah menjadi korban penipuan. Atas kejadian tersebut korban menderita kerugian sekitar Rp 12 juta, dan langsung melapor ke Polres Muaraenim.
Kapolres Muaraenim AKBP Mohamad Aris melalui Kasatreskrim AKP Jhon Lois Letedara didampingi Kasubag Humas Aiptu Yarmi, membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini, masih dalam penyelidikan.