Aswari Minta Usut Keterlibatan PNS dalam Raskin Oplosan
Bupati Lahat Saifudin Aswari sangat geram dengan adanya peristiwa raskin yang merupakan beras oplosan.
SRIPOKU.COM, LAHAT - Adanya pengungkapan beras oplosan di Kota Lahat, membuat warga Kota Lahat terkejut. Tak terkecuali Bupati Lahat Saifudin Aswari, yang sangat geram dengan adanya peristiwa tersebut. Ia dengan tegas meminta semua orang yang terbukti bersalah dihukum, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan oknum pegawai negeri sipil (PNS).
Bupati Lahat Saifudin Aswari didampingi Kabag Humas Fauzan Denin, Jumat (20/9/2013) menjelaskan, mengecam tindakan pengoplosan beras yang sudah diungkap polisi. Apalagi bila sampai dijual bebas ke masyarakat, termasuk jika terbukti digunakan untuk kebutuhan penyaluran beras miskin (Raskin) di wilayah Kabupaten Lahat.
Aswari bahkan tak mampu membayangkan, bila beras oplosan berupa campuran tak layak konsumsi tersebut sampai di makan warga. Efeknya pasti tidak baik, terutama bagi kesehatan mereka. Apalagi kebanyakan yang mengkonsumsi adalah kalangan menengah kebawah, bila memang disalurkan untuk kebutuhan Raskin.
Ketua KONI Kabupaten Lahat ini berharap para pelaku yang terbuki bersalah, dihukum sesuai peraturan yang berlaku. Selain ia meminta penelusuran lebih jauh, terutama bila ada keterlibatan oknum PNS di Pemkab Lahat. Sebab bila memang ada dan dinyatakan bersalah, maka ia tidak akan segan memberikan sanksi seberat-beratnya.
Selain itu tim pemantau raskin yang sudah terbentuk, agar bisa bekerja lebih optimal dalam melakukan pengawasan. Dengan mengecek pendistribusian raskin, mulai dari gudang penyimpanan, selama perjalanan, hingga sampai ke tangan warga yang berhak menerima. Sehingga tidak terjadi penyimpangan, yang merugikan masyarakat banyak.
"Saya minta diusut tuntas, terutama bila ada indikasi keterlibatan PNS. Bila terbukti, PNS tersebut akan diberi sanksi berat," ujar Aswari.