Alex Noerdin: Tinggal Bayar Be. Kalo Gawe Sudah Dikerjakan
Tinggal bayar, bayar, bayar saja. Tapi cairnya itu barangkali baru besok. Paling lambat lusa.
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH menyambut santai kabar bakal pencairan dana ISG (Islamic Solidarity Games) ke-III.
"Tinggal bayar be. Kalo gawe sudah dikerjakan. Tinggal bayar, bayar, bayar saja. Tapi cairnya itu barangkali baru besok. Paling lambat lusa. Pake jaminan tertulis Menpora aja. Sekaligus dong. Bertahap apaan, tinggal dua hari. Dak bisa nambah lagi," ungkap Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH menanggapi bakal segera cairnya dana ISG ketika melepas 359 CJH kloter 1 embarkasi Palembang, Rabu (18/9/2013).
Alex juga mengupayakan agar tiket diturunkan separoh harga agar venue-venue selama berlangsungnya pelaksaan bisa ramai ditonton masyarakat, khususnya Sumsel.
"Saya juga minta jangan sampai sepi. Daripada dia nggak dapat duit juga. Tapi kalau dia. Alhamdulillah saya sudah minta turunkan harganya. Saya coba dulu, aku tanyokan dulu kalo pacak gratis biar rame," kata Alex.
Alex mengatakan ia bersama jajarannya dan masyarakat Sumsel punya amanat untuk menyelenggarakan ISG (Islamic Solidarity Games) ke-III yang diikuti 44 negara, 33 negara peninjau, total 57 negara timur tengah, negara Islam.
Seperti diketahui Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) terkait pencairan dana untuk Islamic
Solidarity Games (ISG) 2013 di Palembang resmi ditandatangani di Kantor Kemenpora Jakarta, Selasa (17/9).
Pada penandatanganan MoU itu, pihak Kemenpora diwakili oleh Seskemenpora Yuli Mumpuni Widarso dengan Ketua KOI Rita Subowo yang disaksikan oleh Panitia Nasional dan Daerah ISG 2013 serta tim asistensi dari lintas sektoral.
Dengan adanya penandatangan MoU ini dipastikan dana bantuan sosial dari pemerintah dalam hal ini Kemenpora untuk pelaksanaan ISG 2013 di Palembang sebesar Rp128 miliar bisa
digunakan sesuai dengan ketentuan yang ada.
Dana sebesar Rp128 miliar itu tidak hanya digunakan untuk satu hal saja melainkan sudah dibagi dalam beberapa pos. Panitia Nasional sebesar Rp1,8 miliar, Panitia Pusat Rp47 miliar, dan untuk Panitia Daerah Rp79 miliar.