Update SFC

Subangkit Percaya Kombinasi Pemain Senior Junior

Subangkit percaya dengan komposisi pemain yang tetap mengkombinasikan pemain senior dan junior itu, timnya bisa berbuat lebih baik lagi.

Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Caretaker Sriwijaya FC, Subangkit menyatakan melihat penampilan anak-anak asuhnya saat melawan Persiba (15/9/2013) lalu, terlihat motivasi bermainnya sangat baik. Terlebih Dzumafo, bermain sangat baik dan mampu menyumbangkan satu gol meskipun timnya takluk 2-4. Namun, hasil itu tidak ingin dijadikan tolak ukur, sebab dia menilai timnya mampu bangkit dari keterpurukan saja sudah merupakan nilai lebih.

“Kita sempat tertinggal 0-3, tapi anak-anak bisa membalasnya jadi 2-3, sebelum hasil akhirnya dikalahkan 2-4,” jelasnya kepada Sripoku.com, Senin (16/9/2013).

Subangkit percaya dengan komposisi pemain yang tetap mengkombinasikan pemain senior dan junior itu, timnya bisa berbuat lebih baik lagi saat melawan Barito. Sejumlah evaluasi terutama kerjasama tim terus menjadi perhatian untuk dibenahi segera, karena tidak ada catatan lain selain kondisi fisik pemain senior yang masih belum fit 100 persen.

“Kerjasama inilah yang harus kita perhatikan. Apalagi skuad kita juga banyak yang mengalami cedera, yakni Vava (Mario Yagalo) dan pemanggilan Diego (Michiels) ke Timnas U-23,” ungkapnya.

Makanya untuk mengantisipasi kekosongan itu, lanjut Subangkit, dalam waktu yang sangat minim itu dia akan memaksimalkan peran Havit Ibrahim diposisi wing bek kiri, sebagai pengganti Diego. Drill khusus bagi Havit itu penting dilakukan karena posisi aslinya bukan sebagai pemain bertahan, melainkan pemain gelandang.

“Latihan khusus bagi Havit ini dilakukan untuk mengantisipasi serangan sayap dari Barito, yang memiliki skill dan kecepatan tinggi,” aku Subangkit.

Pelatih Persiku Kudus ini mengaku mengkhwatirkan winger Barito, Rizky Ripora yang siap memberikan umpan-umpan matang ke jantung pertahanan timnya. Sebab, jika gagal tentunya akan sangat berbahaya, karena di lini depan klub berjuluk Laskar Antasari itu memiliki striker tajam asal Mali, Djibril Coulibaly.

“Kita waspadai dia (Djibril) karena ketajamannya mencetak gol sudah tidak diragukan lagi, makanya kita akan berikan drill khusus bagi Havit di sektor wing bek kiri, dan duet Lee (Dong Won) bersama Dere (Malman) pun harus lebih kompak lagi,” harapnya. (darwin s)

Tags
SFC
ISL
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved