Islamic Solidarity Games 2013
Panitia Penyambutan Pindah ke dalam Terminal
Sayangnya pihak terkait enggan mengomentari ketidaksiapan ini lantaran belum mengucurnya dana ISG dari pemerintah pusat.
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Belum siapnya shelter penyambutan tamu di areal perkir kendaraan Bandara Internasional SMB II Palembang membuat panitia Divisi kedatangan dan Keberangkatan ISG 2013 berkoordinasi dengan PT Angkasa Pura II Palembang berinisiatif sementara menyiapkan penyambutan di dekat pintu keluar terminal kedatangan.
Sayangnya pihak terkait enggan mengomentari ketidaksiapan ini lantaran belum mengucurnya dana ISG dari pemerintah pusat.
"Kita punya prinsip pelayanan sebaik-baiknya. Dengan tidak mengurangi kenyamanan regular flight. Tidak ada pilihan. Harapan kita beberapa hari saja. Kita bekerja sesuai kondisi," ungkap H Nasrun Umar Ketua Divisi kedatangan dan Keberangkatan ISG 2013.
Nasrun mengakui shelter tersebut menunggu kesiapan untuk standar internasional.
"Seperti kelengkapan AC, flooring lantai, air soft drink yang setiap saat, standar internasional. Kita tidak bisa tergantung itu kalau tidak siap. Kita di sini koordinasi dengan PTAP II. Alhamdulilah PTAP II sangat kooperatif.
Kita bagian penyambutan. Bagaimana menyambut orang merasa nyaman. Kita siapkan di sini. Untuk kedatangan ini kita sudah sejak tanggal 11 September lalu. Dari mereka turun disambut panitia, ke refresh room.
Welcome drink. Sementara kita urus bagasinya. Sudah clear bagasinya kita tunjukkan (recheck) diantar bidang transportasi ke tempat akomodasi," terang H Nasrun Umar yang juga Kadisperindag Provinsi Sumsel.
Nasrun yang mantan Sekda Banyuasin ini mengatakan hingga kini sudah ada beberapa negara peserta ISG ke-III tiba di Palembang. Antara lain dari negara Kuwait, Mesir, Qatar, Palestina, Irak, Turki, Siria, Oman, Malaysia, Yaman, Saudi Arabia, dan Uganda.
"Ada sekitar 200-an orang atlet dan ofisial yang sudah tiba. Akomodasi yang sudah diatur panitia. Kita harus bisa terima dengan keramahtamaan. Itu tugas kita. Kita mengakomodir yang terschedulle dan unschedulle. Hingga last flight bisa aja yang pesawat pribadi. Tugas kita menghubungkan ke bidang transportasi. Lo kita pun harus bisa berbahasa Inggris, Arab, Perancis. Untuk pagi ini saja ada yang tiba 2 wasit Oman, dari 40 atlet/ofisial Indonesia. Semuanya hari ini ada 12 schedulle. Kebanyakan dari cabor basket," kata Nasrun.