Dualisme KNPI OKU Timur Memanas

DPC KNPI OKU Timur mengalami dualisme kepemimpinan yang mulai memanas

Penulis: Evan Hendra | Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, MARTAPURA – Pasca mundurnya Ketua KNPI Kabupaten OKU Timur Iwan Naburori terkait pencalonannya sebagai anggota legislatif, DPC KNPI Kabupaten OKU Timur mengalami dualisme kepemimpinan yang mulai memanas pasca ditunjuknya Aldi Ardianyah oleh Ketua DPD KNPI Yasir Ridho sebagai caretaker.

Sementara berdasarkan hasil rapat pleno rapat yang dihadiri pengurus harian, dan sejumlah anggota KNPI yang ditetapkan sebagai caretaker adalah Fahmi Arbain yang saat ini sedang menunggu proses untuk selanjutnya menjadwalkan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) KNPI OKU Timur. Rapat pleno penetapan karteker pasca pengunduran diri Ketua KNPI OKU Timur digelar tanggal 24 Agustus 2013 lalu.

“Sudah jelas kalau hasil rapat pleno ditunjuk saudara Fahmi Arbain sebagai ketua karteker KNPI untuk melaksanakan Musda. Namun entah kenapa ternyata ketua KNPI Ridho langsung mengeluarkan surat keputusan menetapkan Aldi sebagai karteker. Ini jelas-jelas menyalahi ketentuan AD/ART yang ada,” ungkap sekretaris KNPI Supriadi didampingi caretaker KNPI terpilih Fahmi Arbain Senin (9/9/2013).

Menurut Supriyadi, karateker tugasnya hanya untuk menetapkan waktu pelaskananaan Musda yang harus dilaskanakan 3 bulan setelah penentuan jabatan caretaker pasca rapat pleno. Namun yang dilakukan Aldi sebagai karteker yang ditunjuk Yasir Ridho, saat ini sudah terlalu jauh yakni mengajukan pencairan dana hibah ke Kanpora OKU Timur.

“Penetapan kartekernya tidak melalui prosedur yang ada. Setelah itu dia langsung mengajukan pencarian dana hibah ke kanpora. Dan anehnya kanpora juga menyetujuinya,” sesalnya.

Jabatan karteker KNPI kata dia, saat ini masih menunggu surat resmi dari DPD KNPI Sumsel yang sudah dikirimkan dan tinggal menunggu tandatangan dari ketua DPRD KNPI Sumsel.

“Yang jelas berdasarkan hasil rapat pleno dan karteker yang ditetapkan adalah saudara Fahmi yang dipilih berdasarkan peraturan AD/ART dan hasil keputusan rapat pleno. Sementara untuk Aldi, dia hanya dipilih dan ditunjuk langsung oleh ketua DPD Yasir Ridho tanpa persetujuan dari anggota lainnya,” katanya.

Sementara Aldi Ardianyah ketika dikonfirmasi mengatakan, dirinya dipilih menjadi careteker KNPI OKU Timur disebabkan karena kosongnya jabatan Ketua KNPI yang sebelumnya dijabat oleh Iwan Naboruri. Dia juga mengklaim penunjukan dirinya sebagai caretaker KNPI sudah sesuai ketentuan organisasi dan mendapat amanah dari KNPI Sumsel untuk melakukan Musda KNPI OKU Timur.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved