Pemilihan Ulang Gubernur Sumsel

Tim Alim Minggu Depan Lapor Kecurangan ke MK

Tim kita sudah mengumpulkan data-data yang menunjukkan kecurangan tim lain dan juga bukti-bukti.

Tim Alim Minggu Depan Lapor Kecurangan ke MK
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Ari Yusuf Amir SH

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Tim Kuasa Hukum Pasangan Cagub Sumsel Nomor Urut 4 Alim (Alex Noerdin-Ishak Mekki), Ari Yusuf Amir SH menyatakan pihaknya minggu depan siap melaporkan data dan bukti kecurangan tim lainnya ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Tim kita sudah turun ke lokasi semenjak pasca penetapan MK untuk dilaksanakan PSU. Tim kita sudah mengumpulkan data-data yang menunjukkan kecurangan tim lain dan juga bukti-bukti. Data dan bukti kecurangan ini akan kita analisa. Mana-mana yang memiliki kekuatan hukum akan kita sampaikan ke MK mulai minggu depan," ungkap Tim Kuasa Hukum Pasangan Alim kepada Sripoku.com, Kamis (5/9/2013).

Menurut Ari, pihaknya akan meminta MK menilai hasil temuan timnya apakah data dan bukti yang dimaksud sudah masuk kualifikasi TSM (terstruktur, sistematis dan masif) dari pihak lawan.

"Mulai dari blackcampaign, memfitnah, membagikan sembako, membagikan uang (money politics), menggunakan aparatur pemerintah daerah di kabupaten guna memenangkan salah satu pasangan calon. Lalu adanya intimidasi terhadap saksi di lapangan. Ada indikasi penggelembungan suara. Semua data tersebut sudah dikumpulkan tim lawyer dan akan diserahkan ke MK," kata Ari.

Ari mengingatkan proses saat ini dari putusan sela MK dilakukan PSU. Kemudian hasil PSU keputusan KPU dilaporkan ke MK.

"Semua pihak berhak melaporkan kecurangan ke MK. Proses tentunya yang lapor itu Bawaslu ikut lapor ke MK. MK akan baca analisa terbukti atau tidak. Apabila terbukti terjadi TSM maka pasangan dapat didiskualifikasikan. Tetapi kalau MK ini belum memenuhi kecurangan TSM, maka MK akan memutuskan pemenangan sesuai perolehan suara dari KPU. KPU sendiri dijadwalkan 13 September 2013 akan memberikan laporan. Ini proses sudah terakhir. Bisa diumumkan keputusan berdasarkan perolehan total kalkulasi perolehan suara. Bisa juga ada tidaknya yang didiskualifikasikan keputusan MK ini menjadi keputusan akhir," jelasnya.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Sudarwan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved