Breaking News:

Krisis Suriah

Suriah Tuding Pemberontak Dorong Intervensi Barat

"Banyak fakta menunjukkan pemerintah Suriah tidak bersalah terkait penggunaan senjata kimia," kata Al-Jaafari

Editor: Sudarwan
SHAAM NEWS NETWORK / AFP
Foto yang dirilis kantor berita oposisi Suriah, Shaam, menampilkan para aktivis oposisi tengah memeriksa korban tewas yang diklaim akibat serangan senjata kimi di Ghouta, dekat Damaskus, Suriah. 

SRIPOKU.COM, DAMASKUS - Duta besar Suriah di PBB Bashar al-Jaafari, Rabu (28/8/2013), menuding pasukan pemberontak sengaja melakukan serangan senjata kimia untuk mendorong Barat mengirimkan militer mereka.

"Banyak fakta menunjukkan pemerintah Suriah tidak bersalah terkait penggunaan senjata kimia," kata Al-Jaafari kepada media pemerintah.

Jaafari menambahkan, sejumlah fakta malah menunjukkan justru pasukan pemberontak yang menggunakan persenjataan kimia dalam pertempuran.

"Pemberontak menggunakan senjata kimia untuk membawa intervensi militer asing melawan Suriah," tambah Jaafari.

Lebih jauh Jaafari menuding negara-negara Barat dan Turki membantu pemberontak membangun laboratorium senjata kimia yang digunakan dalam perang.

"Pemberontak membangun pabrik senjata kimia di wilayah Turki dengan semua bahan disediakan Turki, Arab Saudi, dan Qatar," tuding Jaafari.

Akibat penggunaan senjata kimia di kawasan Ghouta, dekat Damaskus pekan lalu, Amerika Serikat kini bersiap untuk menggelar intervensi militer terhadap Suriah.

Pemerintah AS mengatakan terdapat bukti-bukti yang tak terbantahkan bahwa pemerintah Suriah berada di belakang serangan senjata kimia tersebut.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved