Perdamaian Dua Desa Berlangsung Haru
Semua dendam dan sisa sisa kebencian dihati lenyap seketika setelah selesai menjalani prosesi adat berupa sedekah kampung.
Penulis: Idris Sardi | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, BATURAJA - Semua dendam dan sisa sisa kebencian dihati lenyap seketika setelah selesai menjalani prosesi adat berupa sedekah kampung yangdilanjutkan dengan tradisi tepung tawar pasca bentrok Desa Kartamulya Kecamatan Lubukbatang dan Desa Kepayang Kecamatan Peninjauan OKU.
Puncak keharuan terjadi saat kedua pemuda dari dua desa Rizal Muhsin (Kepayang) dan Arisandi (Kertamulya) bersalaman dan bepelukan yang langsung dirangkul oleh Bupati OKU Drs H Yulius Nawawi. Hadirin yang hadir juga banyak yang terharu bahkan ada yang meneteskan air mata sebagai luapan perasaan lega dan bersyukur karena kedua desa yang bertetangga ini sudah menggakhiri dendam.
“Luapan haru hadirin dengan menteskan air mata khususnya para orang tua itu sangat manusiawi, apalagi lima tahun yang lalu kasus serupa pernah terjadi,” kata Ketua DPRD OKU Hj Tina Malinda seraya menyeka air matanya dengan tissue saat mneyaksikan dua pemuda yang sebelumnya bermusuhan kini berpelukan.
Tradisi tepung tawar (adat khas Ogan) terbukti masih ampuh untuk menghapuskan dendam, prosesei sedekah kampung dipusatkan diperbatasan dua yang bertetangga, Selasa (20/8/2013) dipandu langsung oleh Ketua Adat Kabupaten Ogan Komering Ulu Drs H Umirtom.
Tampak hadir ratusan warga dari dua desa dihadiri Bupati OKU Drs H Yulius Nawawi, Kapolres OKU AKBP Mulyadi SIK MH, Dandim OKU Letkol Inf Imanul Hak, Ketua DPRD OKU Hj Tina Malinda SE MSi dan unsur muspida Kabupaten OKU, Camat Peninjauan Feri Iswan SSTP MSi dan Camat Lubukbatang Lastian Agus SSos, Kades Kepayang Sobari dan Kades Kertamulya Drs Zamhari.