Data Terbaru, 638 Tewas di "Rabu Berdarah" Mesir

Pemerintah Mesir menyatakan, korban tewas pada "Rabu berdarah" bertambah signifikan.

Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, KAIRO — Pemerintah Mesir, Kamis (15/8/2013), menyatakan, korban tewas pada "Rabu berdarah" bertambah signifikan. Setidaknya, ujar pernyataan itu, 638 orang tewas.

Berdasarkan data yang dilansir oleh Kementerian Kesehatan Mesir ini, insiden yang bermula dari upaya paksa pihak keamanan Mesir mengusir para demonstran pendukung Presiden terguling Mesir Muhammad Mursi pada Rabu (14/8/2013) tersebut menjadi insiden tunggal berdarah terburuk sejak revolusi Mesir pada 2011 yang menggulingkan pemerintah otoriter Hosni Mubarak.

Polisi anti-huru-hara Mesir, yang didukung kendaraan lapis baja tentara dan buldoser, meratakan perkemahan para demonstran pendukung Mursi. Pemerintah Mesir pun menyatakan keadaan darurat nasional dan memberlakukan jam malam selama sebulan ke depan. Sementara Wakil Presiden sementara Mesir Mohammed ElBaradei mengundurkan diri menyusul aksi brutal ini.

Meski kecaman dan kutukan datang dari penjuru dunia, Kementerian Dalam Negeri Mesir menyatakan, kepolisian negara itu memiliki kewenangan menggunakan kekuatan mematikan terhadap demonstran pro-Mursi.

Sumber: Kompas.com
Tags
Mesir
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved