Breaking News:

Komisi II DPRD Muba Tinjau Lahan PT Inti Agro Makmur

Pihak Komisi II telah melakukan rapat bersama terkait permasalahan sengketa lahan dan menindaklajuti pemeriksaan ke lapangan.

Editor: Soegeng Haryadi
DOK. HUMAS PEMKAB MUBA/DICKY FAJRINT
Rombongan Komisi II DPRD Muba meninjau lahat PT Inti Agro Makmur di Desa Lumpatan Kecamatan Sekayu, Muba yang bermasalah. 

SEKAYU – Diduga adanya indikasi penyerobotan lahan di dalam izin lokasi PT Inti Agro Makmur yang berada Desa Lumpatan, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) oleh Oknum Kontraktor PT Mitra Ogan, Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muba bersama Tim yang terdiri dari Dinas Perkebunan, Dinas Kehutanan, Bagian Tata Pemerintahan Setda Muba, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Muba, Polres Muba, serta Dandim 0401/Muba melakukan peninjauan lokasi lahan perkebunan tersebut, Kamis (25/7/2013).

Komisi II DPRD Muba yang dikoordinatori Abusari SH MSi, dan Ketua Komisi II Darwin AH SH, Heriyadi, Jaini SSos, H Ahmadi Dausat SE, Ismail Sidik, dan Candra Irawan beserta tim meninjau langsung lahan yang telah mendapat Izin Lokasi dari Bupati Muba H Pahri Azhari untuk keperluan pembangunan Perkebunan kelapa sawit seluas lebih kurang 2500 Ha.

Ketua Komisi II DPRD Muba Darwin AH SH mengatakan, sebelumnya pihak Komisi II telah melakukan rapat bersama terkait permasalahan sengketa lahan ini. Karena itu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan ke lapangan bersama tim terkait.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, benar adanya indikasi terjadi penyerobotan atau penggarapan lahan secara tidak sah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perkebunan Nomor 18 Tahun 2004 tentang perkebunan dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 26 Tahun 2007 tanggal 28 Februari 2007 tentang Pedoman Perizinan usaha perkebunan,” tegas Darwin.

Lanjut Darwin, dari hasil pengukuran Tim di lapangan menggunakan alat Global Positioning System (GPS) Merk Garmin type 76CSx, penyerobotan atau penggarapan lahan secara tidak sah tersebut berada di dalam izin lokasi PT Inti Agro Makmur sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Nomor : 57 Tahun 2011 Tanggal 9 Mei 2011 tentang Pemberian Izin Lokasi untuk keperluan pembangunan Perkebunan kelapa sawit seluas lebih kurang 2500 Ha yang terletak di Desa Lumpatan Kecamatan Sekayu.

“Hasil pengukuran oleh tim, di titik Kordinat Nomor 6 telah terjadi penutupan jalan produksi, dan ada sekitar 600 Ha telah digarap oleh oknum tersebut. Sementara di areal yang diperiksa tersebut juga sudah dibuat Jalan dan parit oleh PT Inti Agro dengan realisasi pembuatan main Drain/Main Road sepanjang 7.711 meter, pembuatan Collection Drain/Collection Road seluas 23.960 meter, Field Drain seluas 105.400 meter, dan stacking 340 meter,” paparnya seraya menambahkan peta lokasi titik kordinat telah dilampirkan dalam berita acara pemeriksaan tersebut.

Untuk itu guna menyelesaikan permasalahan sengketa lahan tersebut, pihaknya akan segera memanggil oknum kontraktor, dan pihak PT Mitra Ogan serta PT Inti Agro Makmur. “Habis Lebaran nanti kami (Komisi II) akan memanggil langsung oknum kontraktor yang namanya sudah kami ketahui, dan pihak PT Mitra Ogan bersama PT Inti Agro Makmur. Dengan melakukan rapat bersama guna menyelesaikan persoalan sengketa lahan ini jangan sampai berlarut-larut dan mengantisipasi terjadinya konflik ditengah masyarakat,” tukasnya.

Pengirim:
Dicky Fajrint
Humas Pemkab Muba

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved