Hotel Dirazia Tapi Tempat Hiburan Malam tak Tersentuh
Razia yang dilancarkan tim gabungan Sat Pol PP OKI dengan Polisi hanya merazia hotel, tempat hiburan malam tak tersentuh.
Penulis: Mat Bodok | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG – Jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) didampingi polisi menggelar razia disejumlah hotel dan penginapan di wilayah Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kamis (25/7/2013) dini hari. Namun tempat hiburan malam di Jalan Lintas Timur (Jalintim) masih tetap beroperasi alias tak tersentuh.
Menurut informasi yang diperoleh Sripoku.com, razia gabungan pihak Satpol PP dengan Polsek Kota Kayuagung disejumlah hotel dan penginapan di Kayuagung dilakukan diam-diam. Ini menandakan bahwa mereka hanya formalitas saja merazia tempat-tempat tersebut walaupun informasinya ada 4 pasangan yang diamankan. Namun mereka tidak diberikan sanksi dan dilepaskan tak lama usai digelandang ke Markas Satpol PP.
Seharusnya, pasangan mesum yang diamankan diberikan sanksi sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Ketertiban Umum (Tibum) yang merupakan dasar hukum untuk menindak mereka yang melanggar, apalagi saat bulan ramadhan seperti sekarang ini. Begitu juga untuk menindak para pedagang mercon yang masih meresahkan masyarakat, seharusnya bisa ditindak dengan Perda Ketertiban Umum tersebut.
Sedangkan, di lokasi tempat hiburan malam maupun siang di sepanjang Jalintim OKI, semua aktivitas hiburan buka seperti biasa. Hanya saja, kalau malam musiknya tidak begitu keras.
Ditambahkan lagi, wanita penghibur pun semuanya masih tetap melayani seperti biasa, tidak ada halangan ini bulan Ramadan. Padahal, pihak kepolisian dan Satpol PP sudah melayangkan surat peringatan secara tertulis maupun secara lisan.
“Memang kegiatan yang dilakukan jajaran Satpol PP dan polisi bertujuan meminimalisir adanya praktek prostitusi berselubung dan menjaring pasangan yang tak sah melakukan hubungan suami istri selama bulan ramadhan,” kata Herman, warga Kayuagung.
Seharusnya menurut Herman, razia dilibatkan berbagai pihak agar, pemilik hotel dan penginapan memiliki rasa malu, apabila di tempatnya ditemukan pasangan bukan suami istri. Dan boleh perlu, tekan Herman, pihak hotel maupun penginapan diberi sanksi keras berbentuk apapun.
“Razia jangan pilih kasih, dan pelakunya benar-benar dibikin jerah dan jangan sampai hanya sekedar mengesahkan program,” ujarnya seraya berucap tempat hiburan malam lainnya juga dirazia boleh perlu jangan setengah-setengah kalau mau bertindak.