PSPS vs SFC
Jupe Sudah Gabung ke Laskar Wong Kito
Saat ini Ahmad Jupriyanto, sapaan akrab pemain itu, sudah bergabung dengan skuad SFC di Pekanbaru.
Penulis: Darwin Sepriansyah | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ahmad Jupriyanto yang baru saja membela Indonesia XI saat berhadapan dengan Arsenal, Sabtu (20/7/2013) lalu diharapkan bisa tampil membela Sriwijaya FC saat bertemu PSPS Pekanbaru, Senin (22/7/2013) malam nanti. Saat ini Jupe, sapaan akrab pemain itu, sudah bergabung dengan skuad SFC di Pekanbaru.
Kendati hanya bermain sebagai pemain pengganti pada menit ke-82 dengan menggantikan posisi dari Ahmad Bustami, tapi tetap energi yang harus dikeluarkan Jupriyanto tidak sedikit.
“Sekarang Jupe sudah bergabung dengan kita pada hari ini. Mudahan-mudahan jeda satu hari ini bisa memulihkan kondisinya dan siap dimainkan pada laga besok (hari ini, red),” harap Pelatih SFC Kas Hartadi di Pekanbaru.
Sementara itu, dari kubu PSPS sendiri semakin pesimis jelang laga melawan SFC, seperti dilansir Republika, Manajer PSPS Pekanbaru Boy Sabirin mengakui peluang timnya untuk bertahan di ISL musim depan sangat berat.
Masih terdampatrdi dasar klasemen sementara dengan mengemas 17 poin dan tinggal menyisahkan lima pertandingan lagi, menjadikan pihaknya berpikir realistis dan tidak banyak menaruh harapan lagi.
“Kita cukup realistis dengan kondisi saat ini. Kita sudah siap untuk terdegradasi,” katanya.
Tim yang berjuluk Asyar Bertuah itu masih terpaut 12 angka dari Persiba Balikpapan yang berada di urutan 15 sebagai batas aman zona degradasi dengan torehan 29 poin. Artinya, bila satu kali lagi memetik kekalahan, maka PSPS dipastikan turun kasta karena tak mungkin mampu mengejar perolehan poin Persiba.
Tidak hanya diwajibkan menang lawan SFC saja tapi timnya juga harus mati-matian meraih poin saat bertemu empat tim lainnnya yakni Pelita Bandung Raya, Persija, Mitra Kukar dan Persisam.
“Tahun ini memang menjadi tahun terberat bagi PSPS. Dualisme kompetisi membuat PSPS tidak memiliki sponsor hingga akhirnya mengalami krisis finansial. Tak sedikit pemain kami yang kabur karena krisis finansial tim. Semoga kami tidak lama-lama berada di divisi utama, bila nantinya benar-benar terdegradasi," ungkap Boy.