Update SFC

Perbanyak Porsi Pemain Lokal

Prestasi yang dicapai Sriwijaya FC dari musim ke musim sejak berdiri hingga saat ini rupanya masih dianggap kurang lengkap

Tayang:
Penulis: Darwin Sepriansyah | Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Prestasi yang dicapai Sriwijaya FC dari musim ke musim sejak berdiri hingga saat ini rupanya masih dianggap kurang lengkap bagi sekelompok suporter SFC itu sendiri. Simanis, salah satu kelompok suporter SFC yang diketuai oleh Qusoy menyatakan SFC sekarang masih kurang dalam memberikan kesempatan bagi pemain-pemain lokal.


Malah dia berharap suatu saat kelak yang mendominasi skuad SFC ini adalah talenta-talenta lokal di Sumsel, bukan dari daerah lain. Saat ini SFC sudah meraih berbagai prestasi nasional. Tidak ada satu gelar pun yang belum dicicipi oleh SFC. Untuk itu sudah saatnya SFC mulai memikirkan regenerasi persebakbola unggul yang semuanya berasal dari Sumsel.


“Sebenarnya kami ini sudah bosan meraih juara, sebab semuanya sudah kita raih. Kami hanya ingin melihat pemain-pemain SFC ini ada yang pulang ke Gandus, pulang ke Kertapati dan lain-lain,” ucapnya dalam acara pertemuan sharing bersama kelompok suporter dan fans SFC di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Sabtu (25/5).


Hadir langsung dalam acara ini, Presiden Klub SFC, Dodi Reza Alex dengan didampingi oleh Direktur Keuangan SFC, Augie Bunyamin dan Sekretaris SFC, Faisal Mursyid. Kemudian, puluhan anggota dari kelompok suporter SFC mulai dari Sriwijaya Mania, Singa Mania dan Simanis. Tak ketinggalan dari kelompok Sriwijaya FC Community dan juga Kaskuser dan lainnya.


Qusoy melanjutkan keinginannya untuk memberdayakan pesebakbola lokal itu bukan tanpa alasan. Pasalnya sudah terbukti beberapa pesepakbola asal Sumsel pun tidak kalah bersaing, seperti Amirul Mukminin dan Septariyanto yang main di Barito Putra kini menjadi pemain andalan. Kemudian Fauzi Toldo yang kini bermain di Persisam Samarinda, dan pemain-pemain lainnya seperti Jarot yang belakangan dikabarkan ingin bergabung lagi di SFC.


“Ini artinya potensi pemain kita ini ada. Jadi paling tidak saya harap untuk saat ini SFC bisa memberikan sedikit waktu untuk pemain-pemain lokal yang ada saat ini untuk menambah jam terbangnya. Katakanlah 5 sampai 10 menit sebelum pertandingan berakhir,” katanya.


Menanggapi hal itu, Presiden SFC, Dodi Reza Alex menegaskan saat ini pihaknya sudah berusaha untuk mewujudkannya. Bahkan program Sekolah Sepak Bola (SSB) SFC sudah lama dibetuk guna mencari bibit unggul yang akan diproyeksikan untuk menggantikan seniornya di kemudian hari. Hanya saja memang program itu tidak bisa berjalan cepat sebab semuanya butuh proses. Bahkan saat ini pihaknya sedang menunggu dua pemain lokal Sumsel yang sedang belajar di Sociedad Anónima Deportiva (SAD) Uruguay.


“Semuanya sudah kita pikirkan. Memang untuk saat ini kita hanya bisa mencoba beri kesempatan bagi pemain lokal yang ada sekarang untuk tampil minimal 10 menit lah dalam setiap laganya. Namun itu dengan persyaratan di saat tim kitas sudah unggul dan dirasa tidak merubah pola permainan,” katanya.
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved