Family
Anak Cekikikan Saat SMS-an, Ini Sikap Anda
Ada cara jitu untuk menyikapi anak yang suka cekikikan saat ber-SMS-an.
Editor:
Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM - Sepertinya sudah menjadi tipikal semua anak remaja jika tak mau lagi diantar ke sekolah, ditemani saat membeli buku ke mal, atau dicium di depan teman-temannya oleh orangtuanya.
Mereka menganggap, perlakuan di atas hanyalah untuk anak-anak kecil. Sedangkan mereka, meski masih di usia remaja, merasa bukan anak kecil lagi alias “Aku sudah besar! ”.
Kondisi seperti ini biasanya bisa diterima para orangtua. Namun, masih bisakah Anda tetap bersikap biasa ketika anak remaja Anda cekikikan diam-diam saat berbalas pesan singkat di depan televisi atau kamarnya?
“Dengan siapa ia ber-SMS, ya? ”, “Kira-kira apa yang mereka bicarakan? ”, “Temannya itu laki-laki atau perempuan, ya? ”, “Itu teman sekolahnya atau bukan? ”, dan masih banyak pertanyaan lainnya yang sebenarnya biasa saja, tapi menjadi tak masuk akan ketika Anda menanyakannya kepada anak.
“Ih, Mama mau tahu aja, deh! ” Mungkin itu kira-kira yang akan anak katakan. Jika anak menjawab dengan santai sambil mengurai senyum, mungkin Anda tidak terlalu keki. Namun jika anak marah lalu lari ke kamarnya, pasti rasanya sedih sekali, ya.
Menurut Psikolog Anak dan Keluarga Roslina Verauli, M.Psi. , ada cara jitu untuk menghadapi anak remaja yang seperti ini. “Namun Anda harus kuat dan bersabar, karena cara ini membutuhkan waktu yang cukup lama.” Seperti ini caranya:
Pertama, setiap kali anak menonton televisi, duduklah di sampingnya. Jangan mengatakan atau melakukan apapun dengan anak selain menonton televisi. Lakukan ini selama, setidaknya, seminggu. Ini untuk membiasakan keberadaan Anda di dekatnya.
Kedua, (masih dalam kegiatan menonton bersama) mulailah melakukan sentuhan fisik dengan anak, seperti merangkul dan menaruh kepala Anda di pundaknya.
Ketika Anda mendengar bunyi pesan masuk ke handphone -nya, katakan: “Ada SMS masuk, tuh. ” Cukup sampai di situ dan jangan buat pertanyaan lanjutan seperti, “SMS dari siapa, sih? ” Kalaupun anak mengabarkan, “Aku lagi SMS dengan Si Ini ,” Anda cukup mengatakan, “Oh ”.
Ketiga, selamat, ya, karena di minggu ketiga ini anak sudah dalam kondisi benar-benar merasa nyaman dengan Anda. Ia akan terbuka menceritakan dengan siapa ia ber-SMS dan apa yang dibicarakakan dengan temannya.