Konflik Korea
Digertak Korut, AS Kirim Jet Tempur Bantu Korsel
Amerika Serikat mengirim jet tempur ke Korea Selatan, usai Korea Utara menyatakan status perang
Seperti dilansir Fox News, Senin (1/4/2013), jet 'perang' AS itu diluncurkan dari Jepang ke Pangkalan Militer Isan Korsel. Negara yang dipimpin Barack Obama ini juga mendesak Korsel untuk siap siaga menghadang serangan Korut.
"Korut tak akan mendapat apa-apa dari ancaman dan provokasinya. Tindakan Korut hanya akan mengisolasi mereka sendiri dari dunia internasional. Juga menjauhkan upaya perdamaian di Asia bagian timur laut," demikian pernyataan AS.
Pada Sabtu 30 Maret, Korut melancarkan ancaman ke AS. Negara yang dipimpin Kim Jong-un ini mengancam akan menyerang pangkalan militer AS di Asia Timur. Yakni di Pangkalan laut AS di Okinawa, Jepang dan pangkalan udara AS di Guam, Samudra Pasifik. Juga markas militer AS di Hawaii.
"Kami akan serang pangkalan AS di Hawaii dan Guam," seru Korut. "Juga akan menutup kompleks pabrik yang menjadi simbol perdamaian Korea."
Gedung Putih menganggap ancaman ini cukup serius. Tapi juga menduga bahwa hal tersebut hanya gertak sambal. Retorika belaka.
Sebelumnya, AS menerbangkan pesawat pembom nuklir B-52 di atas langit Korea Selatan. Pemerintah AS mengatakan penerbangan bomber B-52 bertujuan untuk mendemonstasikan "perluasan kemampuan tangkal" di tengah krisis di Semenanjung Korea. Pesawat, yang juga bisa membawa senjata konvensional itu, terbang pada 8 Maret 2013 lalu. Misi serupa dijadwalkan dilakukan 19 Maret.
"Kami sengaja menarik perhatian untuk menunjukkan fakta, kami telah memperluas kemampuan tangkal, yang kami yakini penting untuk ditunjukkan, di tengah retorika Korut," ujar juru bicara Departemen Pertahanan AS George Little. (Liputan6.com/Riz)