KH Amjad Ajak Biasakan Baca Asmaul Husna

KH Amjad MPd Al Hafidz mengajak warga Palembang membiasakan membaca Asmaul Husna.

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pimpinan Majelis Asmaa Ul Husna Semarang, KH Amjad MPd Al Hafidz mengajak warga Palembang membiasakan membaca Asmaul Husna. 
 
"Kalau manggilnya Allah itu sekali. Ya ketemunya sekali. Kalau di akhirat nanti yang ditanyakan salat.
Kalau sampai hari kiamat ini salatnya nggak diterima, gimana. Kalau salatnya jelek, diperhitungkan. Kalau bagus, masuk surga.
Ya Tuhan kenapa salatku jelek, nggak diampuni. Karena bacaannya nggak jelas," seru KH Amjad dengan logat Jawanya di Masjid Kiai Marogan, Sabtu (16/3/2013).
 
KH Amjad bersama Koordinator Majelis Zikir Asmaul Husna Palembang, ustad H Masagus Fauzan SQ, Ketua Majelis Dhuha Palembang Kms HM Ali menjelaskan Asmaul Husna ini sebagai sarana kaum muslim dalam mengundang Allah. 
 
"Ibarat kita butuh pertolongan dengan memanggil nama-Nya. Kalau sudah sudah Asmaul Husna, baru berdoa memanjatkan apa yang dipinta," ujarnya.
 
Buku panduan Asmaul Husna yang disusun KH Amjad ini komplit. Mulai dari Tawasul, pembukaan, ada pujian, salawat nabi, sampai zikir dan doanya khusus memanggil Asmaul Husna.
 
Tujuannya menciptakan manusia menjadi bahagia tanpa sebab. Walaupun susah, senang, akhirnya tetap bahagia. Itulah kenikmatan sejati, ketenangan.
 
Setelah salat dhuha, zikir, ijazah Asmaul Husna, KH Amjad memberikan tausiah, konseling (konsultasi) kepada jemaah.  
 
"Kita berzikir bersama juga supaya Palembang tetap aman, tenang, mendoakan tolak balak. Kita juga berdoa agar lancar untuk keberangkat Wisuda Akbar 250 santri Palembang yang akan ke Gelora Bung Karno Senayan naik bus, 28-31 Maret nanti," 
kata ustad H Masagus Fauzan SQ, Senin (11/3/2013). 
 
Kegiatan ini juga merupakan rangkaian road shownya. Selain berzikir bersama, KH Amjad yang telah berusia 70 tahun ini membuka acara konsultasi agama dan kesehatan.
 
"Beliau melakukan road show zikir bersama. Mulai Jumat (15/3/2013) ada yang di Masjid Amalia Lebong Siarang, Masjid Attaqwa Senuro Kecamatan Tanjungbatu, Masjid Mujjahhadah Hotel Malaka Kenten, dan di rumah tahfidz Daarul Quran Komplek Bukit Sejahtera Poligon pimpinan Hj Tartila Ishak Mekki," terang Yayan.
Majelis zikir KH Amjad ini berpusat di Masjid Agung 99 Semarang, Jawa Tengah.
 
"Setiap anak santri di rumah-rumah tahfiz berdoa, berzikir dengan buku panduan Asmaa Ul Husna. Buku ini sudah menyebar di majelis-majelis zikir di mana-mana. Termasuk MDN (Majelis Dhuha Nasional)," jelas Yayan yang juga Koordinator Forum Rumah Tahfiz Sumsel. 
Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved