Senapan Kuno Koleksi di Monpera Ternyata Masih Aktif

Senapan laras panjang, salah satu koleksi museum di Monumen Perjuangan Rakyat ternyata masih aktif hingga saat ini.

Tayang:
Penulis: Dewi Handayani | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Senapan laras panjang, salah satu koleksi di Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) ternyata masih aktif dan bisa dipakai. Senjata ini pernah dipakai saat perang lima hari lima malam.

"Hasil kajian Kodam II Sriwijaya 2012 lalu hampir semua senjata yang kita pajang masih berfungsi dengan baik," jelas Kepala DinasKebudayaan dan Pariwisata(Disbudpar) Kota Palembang,Tabrani.

Senjata-senjata tersebut kini disusun dan disimpan rapi di lemari kaca gedung Monpera lantai 2.

Selama berada di Monpera, lanjut Tabrani,  senjata itu  terus melakukan perawatan rutin, seperti membersihkan selongsong senjata serta membersihkan karat senjata telah dimakan usia tersebut.

"Sayangnya peluru untuk jenis-jenis senjata laras panjang dan pendek yang digunakan massa perang tersebut tidak ada lagi," ungkapnya.

Untuk menjaga benda bersejarah itu tetap berfungsi dengan baik, setiap tahun dengan dana yang ada perawatan rutin senjata dilakukan, seperti pengelapan dengan  bahan-bahan kimia untuk menjaga keasliannya.

"Kalau untuk dana perawatan benda bersejarah kita anggarkan Rp 5 juta per tahun," katanya. 

Biaya ini sebenarnya tidak bisa ditentukan karena tergantung kebutuhan dan kondisi fisik masing-masing benda. Saat ini, koleksi di mesium Monpera capai 578 koleksi, diantaranya empat  prasasti, empat arca dan patung setengah badan dari perunggu, daur hidup,  foto sejarah (koleksi dwi kuno), perangkat upacara adat serta senjata.

"Diantara koleksi itu, yang kondisinya masih bagus dan bisa dipakai itu laras panjangnya. Beberapa waktu lalu pernah dicek oleh Kodam. Kita juga kaget," kata dia.  

Setelah dilakukan perawatan dengan baik, pengamanan pun tak dilupakan. Hal itu untuk mengantisipasi agar tidak dirusak oleh orang yang tak bertanggungjawab.

"Untuk perlindungan dan pengamanan lingkungannya, pintu gedung dipasang dobel teralis, setiap pengujung ada guide, keluar masuk melalui satu pintu dan benda-benda bersejarah  yang dipajang tertutup dalam lemari," tukasnya.
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved