Palembang Banjir
Kompleks Poligon-Bukit Sejahtera Terendam
"Pemerintahnyo lolo galo," kata Yudi, lulusan teknik sipil Politeknik Unsri.
Penulis: Syahrul Hidayat | Editor: Sudarwan
Kompleks Bukit Sejahtera (Poligon Lamo), rumah-rumah terendam banjir walaupun sebagian besar bangunan di kawasan ini telah ditinggikan. Bahkan, rata-rata rumah di kompleks tersebut sudah lebih tinggi lebih satu meter dari bangunan semula.
Kompleks di belakang Bukit Siguntang tersebut sudah banjir sejak awal.
Kondisi semakin parah akibat penimbunan tak terkendali untuk pembangunan rumah maupun rumah toko di sepanjang Jl Soekarno-Hatta dari dan ke arah Jembatan Musi-II.
Jalan Soekarno-Hatta dari Simpang Tanjung Api-api (Simpang Bandara) sampai KM-12 Seberang Ulu, merupakan bagian dari Jl Lintas Timur Sumatera. Sebagian ruas jalan ini terendam.
Sejak awaln tidak ada saluran yang memadai di sepanjang ruas jalan ini. Air menggenangi jalan hingga ke permukiman penduduk.
Begitu pula saluran air dari Kompleks Bukit Sejahtera, nyaris tidak memiliki pembuangan ke arah Sungai Musi.
Sejumlah anak sungai di kawasan ini sudah tertutup akibat pembangunan perumahan.
Sungai Tatang yang menjadi pintu masuk pada masa lalu, kini tidak berfungsi lagi.
Sungai yang disebut dalam teks-teks tua sebagai akses menuju Bukit Siguntang tidak jelas lagi alirannya.
"Rumah kita sudah dimasuki air setinggi mata kaki. Kalau di jalan kompleks sudah lebih dari selutut," kata Yudi Perdana Putra, warga yang bermukim di Kompleks Bukit Sejahtera Blok-D No 39.
Ketika dihubungi ia masih sempat tertawan sambil memerotes kebijakan pemerintah yang lalai memperhatikan perencanaan teknis pembangunan permukiman warga Palembang.
"Pemerintahnyo lolo galo," kata Yudi, lulusan teknik sipil Politeknik Unsri.