Laporan HM Husin dari Tanah Suci
Khawatir Syirik, Jabal Magnet Ditutup
Tempat ini menjadi salah satu tujuan wisata rohani bagi jemaah haji atau umrah saat berkunjung ke Madinah.
Penulis: Husin | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM, MADINAH - Sejumlah jemaah calon haji (JCH) dari
berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia, yang berniat mengunjungi Jabal Magnet (Magnetic Hill) harus kecewa.
Pasalnya, tempat populer yang juga disebut Gunung Magnet itu ditutup sementara oleh Pemerintah Arab Saudi sejak Februari lalu.
Harus diakui, Jabal Magnet belakangan kian terkenal dengan segala fenomena dan keunikannya.
Tempat ini menjadi salah satu tujuan wisata rohani bagi jemaah haji atau umrah saat berkunjung ke Madinah.
Wartawan Sripoku.com, H Muhammad Husin yang bertugas sebagai pembimbing jemaah haji Kloter 4 Sumsel sudah jauh-jauh hari merencanakan kunjungan ke tempat itu.
Namun saat ingin mendatangi lokasi bersama pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Sumsel yang ada di Madinah dan jemaah haji Kloter IV, Senin (1/10/2012), Jabal Magnet sudah ditutup.
Menurut informasi dari salah seorang mukiman asal Indonesia bernama Mukhtar, penutupan kawasan itu itu dilakukan otoritas Madinah, karena sebelumnya mereka mendapati ada jemaah umrah asal Malaysia mengerjakan salat di Jabal Magnet. Karena khawatir timbul kesyirikan, maka tempat itu ditutup.
“Kalau info yang kami terima seperti itu. Otoritas Madinah tidak mau ada unsur syirik yang yang dilakukan penziarah Jabal Magnet," kata Mukhtar.
Jabal Magnet terletak sekitar 60 kilometer dari pusat Kota Madinah.
Perjalanan menuju kawasan ini dipenuhi sejumlah perkebunan kurma dan
hamparan bukit berbatuan.
Sekitar 10 kilometer dari Jabal Magnet, pengunjung juga bisa menyaksikan danau buatan yang cukup besar.
Banyak fenomena unik sekaligus menakjubkan yang mewarnai kunjungan jemaah ke tempat ini.
Salah satunya, kendaraan berjalan sendiri ke arah berlawanan (mundur), bahkan sanggup mendaki bukit. Tidak hanya itu, jarum penunjuk kompas juga tidak bekerja sebagaimana mestinya, arah utara-selatan menjadi kacau, dan data di telefon selular hilang seketika.
Daya dorong dan daya tarik magnet di bukit sisi kanan dan kiri jalan, membuat kendaraan yang bergerak dengan kecepatan 120 Km/jam praktis berubah menjadi 5 Km/jam.
Dari berbagai literatur disebutkan, Jabal Magnet yang menjadi kawasan asal penduduk Madinah, awalnya ditemukan oleh orang suku Badwi.
Saat itu seorang Arab Badwi menghentikan kenderaannya kerana ingin buang air kecil. Namun ia mematikan mesin kenderaannya tanpa menarik hand break.
Saat itu ia terkejut karena mendapai kendaraannya bergerak dan melaju dengan sendirinya. Kendaraan itu baru berhenti setelah menabrak gundukan pasir.
Saat musim haji, banyak jemaah yang mengunjungi tempat ini. Pemerintah Arab Saudi membangun jalan raya menuju lokasi. Daerah yang tergolong hijau, karena banyak terdapat pohon kurma di sekelilingnya ini, dilengkapi berbagai fasilitas.
Ada penunjuk untuk pengunjung, bahkan ada kendaraan mini yang boleh disewa untuk merasakan tarikan medan magnet itu.