Motor Skutik Kian Mendominasi Pasar

Penjualan motor skutik atau skuter otomatik kian berkibar di Indonesia dan segera mengalahkan penjualan motor jenis lain.

Motor Skutik Kian Mendominasi Pasar
ISTIMEWA
Ilustrasi: salah satu produk motor skuter otomatik atau skutik.
SRIPOKU.COM - Skutik atau skuter otomatik, makin berkibar di arena bisnis sepeda motor Indonesia dengan mengalahkan penjualan jenis lainnya, yaitu bebek (underbone) dan sport.  

Fenomena lain yang muncul, kebijakan uang muka atau DP minimal 25 persen mulai berpengaruh. Berdasarkan data dari  Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) yang diterima KompasOtomotif, kemarin (6/8/2012, terjadi penciutan penjualan dari Januari-Juli 2012 sekitar 10 persen, yaitu menjadi 4,3 juta. Sebagai pembanding, untuk perioode yang sama untuk tahun lalu, penjualan 4,8 juta unit.

Hanya menjelang  lebaran, Juli 2012, penjualan naik 6,3 persen menjadi 585.658 unit dibandingkan bulan sebelumnya hanya 550.468 unit.

Ketua Bidang Komersil AISI, Sigit Kumala mengatakan, pengaruh kenaikan DP telah memperlambat pertumbuhan penjualan menjelang lebaran bila dibandingkan ahun sebelumnya. 

"Kenaikkan DP telah berdampak. Sebelumnya kita juga memperkirakan  konsumen menunda  pembelian menjelang lebaran. Ternyata, mereka tetap berburu sepeda motor baru," beber Sigit. 

Di pasar, konsumen sepeda motor juga makin serius memilih lembaga pembiayaan syariah sebagai alternatif untuk mencari DP lebih rendah dari lembaga pembiayaan konvensional. Ternyata, alternatif tersebut mampu menopang pasar sepeda motor sehingga tidak terjun bebas. 

Dyonisius Beti, Executive Vice President Director PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menambahkan, dampak kenaikan DP pada penjualan sangat  besar. "Untung permintaan sepeda motor baru tetap naik menjelang lebaran. Konsumen dengan DP rendah hilang sampai 50 persen, sisanya mengalihkan pembeliannya menggunakan lembaga pembiayaan syariah," beber Dyon.

Total penjualan sepeda motor  pada 2012, skuter paling laris 2,5 juta unit atau menguasai 58,6 persen, bebek (underbone) 1,3 juta unit (31,1 persen) dan sport  442.047 unit (10,2 persen).
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved