Masjid Besar Jumhuriyah Tahan Gempa
Sejak tahun 2006 lalu masjid yang menjadi pusat pembelajaran dan pendidikan serta pengajaran agama Islam saat ini dalam tahap renovasi.
Penulis: Saifudin Zuhri | Editor: Sudarwan
Masjid yang didirikan sekitar tahun 1953 ini dulu bernama Masjid Napal karena awal berdirinya berada di Napal, wilayah yang terletak sebelah utara Kota Pangkalanbalai.
Namun seiringnya waktu dan banyaknya warga yang pindah ke Jalan lintas Jambi-Palembang, maka atas inisiatif lima kiyai yakni KH M Basri, KH Mustofa Bakri, KH Khairul Hobir, dan KH Noh Hasan sekitar tahun 1950 Masjid Napal ini dipindahkan ke jalan lintas dengan nama Masjid Besar Jumhuriyah.
Masjid ini berdiri di atas lahan seluas setengah hektare dengan konstruksi bangunan mulai dari bangunan masjid hingga menara terbuat dari kayu unglen.
Sedangkan Masjid Napal berubah status menjadi Langgar Al-Abror. Sekitar tahun 1978 sesuai dengan permintaan masyarakat, langgar ini baru ditingkatkan menjadi Masjid Istiqomah dan sampai saat ini berfungsi sebagai tempat ibadah umat muslim Pangkalanbalai.
Masjid yang menjadi ikon Kota Pangkalanbalai ini sedikitnya telah mengalami empat kali proses renovasi yakni tahun 1960, 1970, 1995.
Sejak tahun 2006 lalu masjid yang menjadi pusat pembelajaran dan pendidikan serta pengajaran agama Islam saat ini dalam tahap renovasi secara total.
Masjid yang dibangun dengan konsep tahan goncangan gempa yang berkekuatan sekitar 8 Skala Richter tersebut dengan luas bangunan 900 meter persegi dan tinggi 6-10 meter sehingga dapat menampung sekitar 1200-1500 jemaah.
Renovasi dengan konsep modern ini, mengadopsi dua masjid bersejarah yakni Masjid Jenderal Yusuf di Makasar dan relief Masjid Madinah Arab saudi ini sedikitnya memerlukan dana sekitar Rp 5 miliar.
Ketua Yayasan Masjid Jumhuriyah Drs H Nur Muhammad, kepada Sripoku.com, Selasa (31/7/2012), mengatakan, sejuah ini proses renovasi masjid sudah menghabiskan dana sebesar Rp 3.7 miliar.
“Untuk bangunan masjid Saat ini sudah memasuki tahap finishing, namun kekurangan biaya masih sekitar Rp 1.5 miliar lagi untuk membangun menara, tempat wudhu, taman, perpustakaan dan tempat jaga masjid, sehingga melalui momen Ramadan ini, kami mengundang masyarakat Banyuasin, para donator dan pihak lainnya untuk gotong royong memberikan sumbangan, infaq dan sodakoh untuk menyelesaikan pembangunan Masjid Jumhuriyah ini," imbaunya.