Mayjen TNI Nugroho Widyotomo Resmi Jabat Pangdam II/Swj

Melalui pergantian jabatan ini, diharapkan dapat memelihara ritme dan meningkatkan kualitas kinerja serta jabatannya pembinaan satuan

Penulis: Arief b Rohekan | Editor: Sudarwan
Mayjen TNI Nugroho Widyotomo Resmi Jabat Pangdam II/Swj - PANGDAM.JPG
Dokumen Pendam II Sriwijaya
Mayjen TNI Nugroho Widyotomo (kanan) melakukan salam komando dengan Mayjen TNI S Widjonarko SSos MM MSc, usai sertijab jabatan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) II Sriwijaya.
Mayjen TNI Nugroho Widyotomo Resmi Jabat Pangdam II/Swj - PANGDAM1.JPG
Dokumen Pendam II Sriwijaya
Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo (kiri) menyaksikan Mayjen TNI S Widjonarko SSos MM MSc menandatangani naskah sertijab jabatan Pangdam II Sriwijaya.
SRIPOKU.COM, JAKARTA - Mayjen TNI Nugroho Widyotomo resmi menjabat Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) II Sriwijaya, setelah dilakukan serahterima jabatan (Sertijab) Pangdam II/Swj dari MayJen TNI S Widjonarko SSos MM MSc oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, Senin (20/2), di Aula Jenderal Besar AH Nasution Markas Besar Angkatan Darat Jl Veteran No 5 Jakarta Pusat.

Serah terima tugas dan tanggung jawab jabatan Pangdam II/Swj yang merupakan Pangdam II/Swj yang ke-34 ini ditandai dengan penyerahan Pataka Kodam II/Swj “Patah Tumbuh Hilang Berganti” dan penandatanganan naskah serah terima jabatan di hadapan Kepala Staf Angkatan Darat.

"Melalui pergantian jabatan ini, diharapkan dapat memelihara ritme dan meningkatkan kualitas kinerja serta jabatannya pembinaan satuan di lingkungan TNI AD, melalui penciptaan kondisi pembaharuan, semangat penyegaran dan kreativitas pemikiran, guna lebih mengoptimalkan pelaksanaan tugas masing-masing," tegas KSAD yang dirilis Kodam II Swj.

Lebih lanjut KSAD mengatakan, Kodam mengemban misi strategis dalam gelar kekuatan matra darat pada konteks pembinaan kewilayahan, mengingat wilayah Kodam II/Swj memiliki karakteristik yang unik dan berbasis keanekaragaman serta kemajemukan, baik aspek geografi, demografi maupun kondisi sosial masyarakat.

"Oleh karena itu, hendaknya kita memahami setiap permasalahan yang timbul di daerah pada hakikatnya merupakan suatu keterpautan dan akumulasi dari keragaman persoalan aktual yang berkembang di masyarakat," tukas KSAD.

Ditambahkan, penanganan suatu masalah haruslah secara komprehensif, terpadu dan lintas sektoral dengan pemerintah daerah maupun instansi terkait serta pelibatan masyarakat harus diutamakan, guna menciptakan kondisi sosial yang aman dan kondusif.

"Pembinaan kewilayahan sebaik mungkin dilandasi dengan rasa kebersamaan, gotong royong dan kekeluargaan dalam bingkai kemanunggalan TNI-Rakyat, melalui tampilan sosok prajurit yang disegani, dicintai serta mampu menjadi pengayom dan pelindung masyarakat," ujar Pramono Edhie mengakhiri amanatnya.

Hadir pada acara sertijab tersebut, irjenad, para asisten KSAD, koordinator staf ahli KSAD, Pangkotama, Komandan Lembaga Pendidikan Pusat dan Kabalak Pusat Angkatan Darat.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved