SEA Games XXVI 2011
Matikan Ponsel Hingga Usai SEA Games
Manajer Timnas Catur Ricardo memberlakukan untuk mematikan handphone pecatur dan konsen hingga usai SEA Games
Penulis: Hendra Kusuma | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Setelah nomor pertandingan yang ditargetkan lepas, Manajer Timnas Catur Ricardo memberlakukan untuk mematikan handphone semua pecatur dan konsen hingga usai SEA Games XXVI di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Senin (21/11/2011).
"Target kita di unggulan mix pairs Susanto/Irien yang diharapkan ternyata berbalik. Barangkali karena beban di multi event, beda dengansingle event. Kita langsung evaluasi pemain dan pelatih. Kalau perlu orangtua, pacar kita datangin. Pecatur zang sudah tidak main atau yang kalah diminta terus mendukung yang main. Jangan jalan-jalan dulu, kalau ketahuan silahkan tidur di luar. Kita tim jadi satu kesatuan. Bahkan jangan pakai HP dulu sejak Jumat (18/11/2011). Tapi sebelumnya kita persilahkan dulu telepon papa, mama. Minta doa, jangan sampai miss karena HP dimatikan," papar Ricardo.
Untuk menghindari rusaknya konsentrasi pemain, sejak keberangkatan ke Palembang para pecatur harus mematikan BBM (Blackberry Massenger). Ricardo merasa sangat terpukul dengan belum ada realisasi perolehan satu medali pun.
"Kendala gak ada. Barangkali terlalu kehati-hatian. Susanto terlalu hanyut mainnya ngotot. Padahal pecatur sekelas dia harus menyesuaikan lawan di bawah dia. Bicara mental anak-anak belum kuat. Padahal kalau pengalaman sudah tidak sedikit. Begitu juga try out maupun try in. Ikut ke Filipina dua kali, Swiss, Malaysia Open," jelas Ricardo.
Ricardo pun mengaku melakukan pendekatan khusus ke pemain, mengajak renungan, diskusi, rileks, mengajak makan di luar. Sebelum berangkat ke Palembang diajak spa, jalan-jalan ke Dufan.