Hutan Suaka Gumai Pasemah Rusak Parah

LAHAT, KAMIS - Hutan suaka margasatwa (SM) Gumai Pasemah yang merupakan kawasan hutan konservasi terluas di wilayah Kabupaten Lahat rusak akibat perambahan. Kerusakan hutan tipe ekosistem hujan tropis dataran tinggi itu mencapai 20 persen hingga 30 persen.

Kasi konservasi BKSDA wilayah I, Sunyoto pada wartawan, Kamis (19/3) mengemukakan, kerusakan terparah pada kawasan hutan itu berada di Kecamatan Jarai dan Muarapayang yakni di wilayah Desa Bantunan dan Banduagung. Pada umumnya kerusakan hutan itu akibat pembukaan lahan yang dijadikan kebun kepo oleh masyarakat sekitar kawasan hutan, perubahan fungsi hutan itu juga dibarengi dengan penebangan liar.

"Penebangan liar bukan identik dengan illegal loging, kalau illegal logging mulai dari penebangan hingga pemasaran atau penjualan kayunya sudah terencana," kata Sunyoto yang juga mengatakan sejauh ini pihaknya belum menemukan praktik ilegal logging itu.

Untuk mengatasi makin meluasnya kerusakan hutan lindung, dikemukakan Sunyoto, pihaknya memanfaatkan pihak ketiga dengan berkoordinasi pada camat dan kepala desa untuk menyosialisasikan agar hutan suaka margasatwa tidak dirambah, disamping itu memasang larangan di sejumlah tempat kawasan hutan.

Pihaknya juga membentuk PAM swakarsa dan kader konservasi dari masyarakat setempat untuk turut menjaga dan melestarikan kawasan hutan. Ditambahkan Sunyoto, pihaknya telah mengamankan enam pelaku perambahan hutan selama 2008 yang membuka lahan rata-rata dua hektare pada kawasan hutan lindung.

Pada wilayah Kabupaten Lahat terdapat 3 kawasan hutan suaka margasatwa yakni SM Gumai Pasemah dengan luas 46.123 Ha, SM Isau-isau Pasemah luasnya 16.998 Ha yang sebagian berada di Kabupaten Lahat dan Muaraenim, dan Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Serelo yang lebih dikenal dengan pusat pelatihan gajah dengan luas 210 Ha berada di Kecamatan Merapi Selatan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved