600 UKM Dapat Kredit Tanpa Agunan

PALEMBANG, SENIN - Upaya Pemprov Sumsel membangkitkan sektor usaha kecil, sepertinya tidak main-main. Di anggaran 2009 ini, Dinas Koperasi dan UKM mengalokasikan dana pinjaman tanpa agunan Rp 2 miliar untuk 600 Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Komitmen ini, diikuti  secara serentak oleh 11 bupati dan empat walikota di Sumsel.

Komitmen untuk membantu UKM ditandatangani berita acara kesediaan oleh 11 bupati dan empat walikota di Sumsel di Hotel Aryaduta disaksikan Menteri Negara Pemberdayaan Wanita Prof Dr Meutia Hatta dan Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH, Senin (18/5).

Menurut Alex Noerdin, program pro rakyat ini sudah dilakukan sejak dua tahun lalu dengan ribuan usaha kecil yang ada di Sumsel terbantu dan kini masih tetap bertahan di tengah krisis global yang  mendera dunia. "Usaha kecil lebih bisa bertahan," katanya.

Setelah berhasil dilakukan maka barulah bantuan kredit usaha tanpa agunan ini dilakukan di jajaran pemeirntah kabupaten dan kota sehingga program bantuan tanpa agunan bagi UKM perlu dilounching dan menjadi sebuah keharusan bagi setiap kepala daerah.

"Masih banyak UKM yang membutuhkan modal kerja tersebar di daerah. Kita sangat membutuhkan komitmen kepala daerah untuk bisa menjalankan program ini," kata Alex Noerdin.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UKM Drs H Abdul Shobur MM mengatakan, pemerintah telah menganggarkan dana Rp 2 miliar untuk membantu 600 UKM yang ada di Sumsel. Tentu saja, dana yang disediakan tidak mencukupi karena masih ada ribuan UKM yang tersebar di 15 kabupaten/kota di Sumsel. Untuk itu diperlukan kerjasama dengan pemerintah kabupaten dan kota agar menganggarkan dana serupa untuk membantu UKM di wilayah masing-masing. Dijelaskan, Rp 2 miliar diperuntukan bagi 600 UKM, dengan besar pinjaman  dari Rp 2,5 juta per UKM dan Rp 5 juta per UKM.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved