Terima Gelar SH di Kampus Jingga
goes to campus
foto ada
WISUDA adalah momen istimewa bagi mereka yang melaksanakannya. Mahasiswa mengikuti acara ini sebagai bentuk keberhasilan mereka menyelesaikan kuliah selama kurun 3-4 tahun.
Momen yang penuh suasana haru dan bahagia baru-baru ini dirasakan 174 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda (STIHPADA) Palembang.
Kampus STIHPADA yang sering disebut Kampus Jingga ini setiap tahunnya melakukan wisuda sebanyak dua kali. Tak heran apabila sejak 1995 - 2010 Kampus Jingga sudah mencetak 2.126 Sarjana Hukum.
Wisuda yang terakhir, akhir pekan lalu, merupakan wisuda ke-23 yang dilakukan Stihpada. Kebanyakan yang menjadi Sarjana Hukum gelombang pertama 2010 ini dulunya mahasiswa angkatan 2006.
Di akhir acara, selain diisi dengan wisudawan yang foto bersama, ada pula pemberian plakat bagi mahasiswa berprestasi. Nama Sri Ariyanti dan Atika pun dipanggil pembawa acara untuk naik ke podium. Prestasi mereka memang sangat membanggakan.
Sri yang asal Sekayu ini berhasil meraih Indek Prestasi Kumulatif (IPK) sebesar 3,95. Dan srikandi satu lagi, Atika, meraih IPK sebesar 3,88.
Ketua STIHPADA Prof H Abu Daud Busroh, SH menaruh harapan tinggi kepada para sarjananya. Ia mengharapkan, kelak “orang-orang hukum” ini bisa memberikan sumbangsih yang positif kepada bangsanya.
“Jangan sampai mereka meniru tindakan tidak terpuji dari pengacara atau jaksa, dan lain lain,” ungkap Busroh saat ditemui selesai acara wisuda.
Busroh menambahkan, STIHPADA harus dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas. Kualitas ini diperlukan agar mereka mampu menghadapi persaingan bebas dan berkiprah dalam lapangan kerja. Misi STIHPADA itu,menurut Busroh, sudah terwujud setiap tahunnya.
“Banyak lulusan STIHPADA yang dicari orang,” tambahnya lagi. Untuk menyesuaikan dengan lapangan kerja itulah, setiap semester STIHPADA membuka gelombang wisuda.
Wisudawan Yaniva (26) mengaku, sangat bahagia dan bangga di acara wisuda ini. Kebanggaan ini dijelaskannya karena ia dapat membuktikan bahwa seorang ibu rumah tangga pun bisa menjadi sarjana.
“Meski saya sudah berkeluarga tapi tidak menghalangi keinginan saya untuk menuntut ilmu,” ujar Yaniva.
Sekolah Tinggi yang selalu memegang tekad pemuda-pemudi dalam mencapai kemerdekaan ini juga perlu regenerasi. Karena itu, STIHPADA telah mempersiapkan dirinya untuk menerima
mahasiswa baru angkatan 2010. Busroh mengatakan, pendaftaran untuk mahasiswa baru ini sudah dimulai sejak Maret lalu. Tes masuknya sendiri akan diadakan pada Juli-Agustus nanti.
“Jadi pendaftaran masih terus dibuka untuk mereka yang ingin belajar di sini,” tandas Busroh.
Tak hanya melanjutkan proses belajar-mengajar, Busroh juga mengatakan,kampusnya ingin memanjangkan tali silahturahmi kepada para alumni mereka. Oktober nanti, pihak kampus akan menggelar reuni mahasiswa STIHPADA.
“Reuni ini terbuka untuk semua alumni STIHPADA angkatan berapa saja,” tambahnya.sripo