TPA Sampah Harus Dibuat Tertutup

BANDAR LAMPUNG  - UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah tidak memperbolehkan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah dibuat secara terbuka atau open dumping.

Divisi Advokasi dan Kampanye Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Lampung Wijatnika mengungkapkan, hal tersebut untuk menghindari terjadinya pencemaran lingkungan terhadap masyarakat yang tinggal di kawasan sekitar.

"Setiap TPA sampah harus dibuat sanitary landfill (tertutup). Meskipun demikian, untuk pembuatan sanitary landfill membutuhkan biaya yang mahal karena meliputi pengolahan sampah secara tertutup," ujarnya, Minggu (13/6).

Mengenai TPA sampah Bakung yang masih dalam keadaan terbuka, ia mengatakan, perlu kajian mendalam untuk menyesuaikan TPA tersebut dengan UU Nomor 18 Tahun 2008.

"Sebaiknya jangan ditutup dulu. Semuanya harus berproses. Tidak bisa sekali jadi. Perlu kajian mendalam," imbuhnya.

Untuk sementara, lanjut Wijatnika, pemkot bisa membuat saluran khusus cairan dari sampah-sampah. Misalnya, pemkot membuat septictank khusus air limbah TPA.

Sebelumnya masyarakat sekitar TPA Bakung mengeluhkan air sumur mereka yang tercemar ketika musim hujan tiba. Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (Disbertam) Kota Bandar Lampung Sa'ad Asnawi mengatakan, TPA Bakung telah memiliki sarana sanitasi untuk mencegah pencemaran air.

Selain itu, pencemaran air belum tentu berasal dari TPA. Pasalnya, TPA pun memiliki sumur. "Tetapi, sumur kami baik-baik saja dan tidak tercemar," ujar Sa'ad.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved