Sebelum Final Refreshing Dulu
Tayang:
TIGA puluh finalis Bujang Gadis Kampus (BGK) 2010 tertawa riang. Sesekali mereka menjerit panik, ada pula yang tetap percaya diri. Siang itu, Jumat (7/5) mereka mengikuti outbound di Taman Wisata Alam Puntikayu Palembang. Outbound ini menjadi penutup kegiatan mereka sebelum malam ini “bertarung†di babak grand final.
Udara sejuk Puntikayu yang dipenuhi dengan pohon pinus tinggi menjulang itu, menambah keasyikan buat mereka. Sebelum melakukan permainan yang menguji nyali, mereka dipandu instruktur outbound, mengikuti acara ice breaking. Di acara itu, keakraban dan kekompakan mereka sangat diperlukan. Misalnya saat bermain bola dengan mata tertutup.
Dalam permainan itu para finalis membentuk beberapa tim. Para penyerang dari setiap tim berlomba memasukkan bola ke dalam gawang dengan mata tertutup. Anggota yang lain memberikan arahan kepada mereka agar bola menuju gawang. Nilai kekompakan sangat terlihat dari permainan ini.
Finalis Bujang Kampus Yudi Pranata mengiyakan hal itu. Menurut bujang yang sedang menjalani kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri) Inderalaya ini, acara seperti ini menguji kerjasama mereka.
“Selain itu ada nilai kompetensinya juga jadi memacu semangat,†ungkap Yudi yang berusia 19 tahun ini.
Sebelum mengikuti outbound, kemarin mereka sempat mengunjungi Panti asuhan, Museum Balaputera Dewa,dan Bank Indonesia. Panitia BGK Mgs M Farouk mengatakan, outbound ini sebagai bentuk refreshing bagi para finalis.
“Mereka kan sudah dikarantina selama seminggu dan banyak kegiatan yang mereka ikuti. Nah, di hari terakhir ini lah mereka harus refreshing,†tandas Farouk yang sebelumnya juga jadi finalis BGK 2009.
Tiga puluh finalis BGK ini berasal dari berbagai universitas di Sumsel. Mereka telah melewati beberapa tes untuk penyaringan. Dari 160 pendaftar, tersaring tiga puluh finalis ini. Selama masa karantina sejak 3 Mei lalu, mereka tinggal di Asrama Haji Palembang.
Nantinya, pemenang BGK ini akan menjadi Duta Pendidikan dan Budaya Sumsel yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Sumsel.
Bujang Kampus Sumsel 2009 Dodi Fernandes mengatakan, untuk menjadi BGK harus memenuhi lima kriteria, yaitu bravery, brain, behaviour, loyality, dan integrity.
“Lima kriteria itulah yang nantinya menentukan mereka layak atau tidak menjadi BGK,†ungkap pria berkacamata itu. sripo