Breaking News

Ulu dan Ilir Beda Pukulan

Tayang:

SYAROFAL ANAM punya banyak keunikan. Salah satunya perbedaan syair dan irama terbangan antara kelompok Seberang Ulu dan Seberang Ilir. Ini menggambarkan antara tipikal tenang tapi menghanyutkan dengan keras dan bersemangat.
Aliran Seberang Ulu dikenalkan alm Ki Sayid Abdurrahman Alkaf (Acik) yang berdomisili di kampung 12 Ulu. Sedangkan di Seberang Ilir diajarkan alm Ki Anang Abdullah yang tinggal di kampung 5 Ilir.
Syair tersebut terdiri dari 250 irama atau enam tahap. Satu tahap 16 hadi dari Bisyahri sampai Fihubi. Acik membuat syair syarofal anam hanya satu tahap, tapi penggemarnya berimbang dengan syair syarofal anam yang dikarang Ki Anang Abdullah.
Selain pada syair, perbedaan juga pada pukulan terbangan dan ini sudah dibakukan para pakar. Jenis terbangan di Palembang terbagi enam, yakni kincat, yahum, kincat balik, selang, royok, dan jos.
Contoh pada kincat. Irama pukulan Seberang Ilir berbunyi tang, dung, dung, tang, dung. Sementara kincat Seberang Ulu bunyinya tang, tang, dung, tang, dung.
Irama yahum dan kincat balik kedua kelompok ini sama. Perbedaan kembali pada irama selang Ilir bunyinya dung, tang, tang, dung, tang. Sedangkan di Ulu iramanya tang, dung, tang, dung, tang.
Sementara perbedaan syair seperti pada Syarofal Anam Habibun tahap pertama di Seberang Ulu diawali Allah Allah Allah Irfirman Qod Asa. Kelompok Seberang Ilir menggunakan awal Rohmanarhamna Rohmanarhamna Yahabi Biwallut Fuyas Muluna.
Identitas khas Seberang Ulu dan Ilir ini bertahan hingga tahun 1960-an. Artinya, warga di Ulu menggunakan aliran Acik dan di Ilir berkiblat pada Ki Anang Abdullah. Pada masa itu, kedua kelompok sering berkumpul menyeberangi Sungai Musi pakai perahu.
Dalam kehidupan masyarakat saat ini hal itu tidak lagi jadi patokan karena di kedua kawasan sudah menetap masyarakat heterogen. ***

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved