Dinding Indah dengan Wallpaper
DALAM suatu
rumah, dinding
merupakan bagian yang paling dominan yang selalu mengelilingi kita. Bagian ini pula yang paling sering kita lihat saat berada di rumah. Dinding dalam rumah tidak hanya dipandang sebagai pemisah antar ruang, tetapi juga menjadi media bagi penghuni rumah untuk mengekspresikan diri.
Walaupun cat masih menjadi pilihan utama untuk melapisi tembok, wallpaper atau pelapis dinding sebagai elemen interior juga mampu menciptakan keindahan dengan berbagai motif dan warna yang bisa dipilih. Secara harfiah, wallpaper berarti kertas dinding. Untuk lebih jelasnya, kertas tempel yang menutupi dinding sebagai benda substitusi cat.
Biasanya, untuk memperindah tampilan dinding, cat dipilih sebagai media. Namun, terkadang cat tidak mampu memberikan kepuasan pemilik menampilkan keindahan dinding rumahnya. Kehadiran kertas dinding atau biasa disebut wallpaper, menjawab keinginan tersebut.
Banyak alasan orang untuk melapisi dinding rumahnya dengan kertas pelapis dinding alias wallpaper. Salah satunya, untuk mendapatkan kesan dinding yang lebih ekspresif. Corak, motif, dan warna wallpaper sangat beragam sehingga membuat dinding terlihat lebih hidup.
Pemakaian wallpaper bukan melulu untuk urusan estetika. Kertas dinding ini punya kelebihan yang tak dimiliki cat tembok. Untuk membuat suatu kesan mewah atau eksotis, wallpaper punya peran besar. Hotel Horison misalnya, menggunakan wallpaper Italian Virgin agar dinding ruang terkesan mewah.
Tidak hanya ruangan, kamar tidur pun bisa diperindah dengan wallpaper. Untuk kamar anak yang biasanya menggunakan warna yang jreng, bisa digunakan Happy World Wallpaper. Keunggulan wallpaper lain untuk kamar anak, seperti wallpaper Disney, adalah mampu menyalakan gambar saat lampu mati (spotlight).
Menurut Wili Hansen, pemilik King Decor di PTC GF B2-18, Sabtu (1/8), sama halnya dengan dunia mode, wallpaper pun mengenal tren yang disesuaikan dengan gaya rumah. Untuk rumah klasik, misalnya, bisa dipilih motif Victorian seperti bunga-bunga. Sebaliknya, untuk rumah minimalis, pilihan yang pas adalah warna gelap seperti abu-abu. Sementara jika rumah Anda bergaya Oriental, warna yang bernuansa gold merupakan pilihan jitu.
Ketahanan wallpaper bisa sampai tiga bahkan lima tahun. Sementara cat hanya tahan dua tahun. Kalau mau dicat ulang harus dikerok atau diamplas dulu. Biaya yang dikeluarkan jadi lebih besar. Belum lagi ruangan jadi kotor dan berdebu. Sementara wallpaper, dalam sehari sudah bisa dipasang tanpa bau.
Dari segi harga, harga wallpaper yang paling murah sekitar Rp 200-400 ribu/roll. Meski sepintas terlihat mahal sehingga perlu menguras kocek lebih dalam, kertas pelapis dinding juga punya fungsi lain, yaitu menutupi retak-retak rambut di dinding, yang tidak bisa dilakukan oleh cat dinding biasa. Selain itu, kertas ini juga bisa dipakai untuk menutupi dinding yang tidak rata pengerjaannya.(cr2)