A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(./cache_hit/2013/05/23/65064) [function.fopen]: failed to open stream: Permission denied

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 99

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fputs() expects parameter 1 to be resource, boolean given

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 100

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fclose() expects parameter 1 to be resource, boolean given

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 101

Mengenal Jamur (1) - Sriwijaya Post
Sriwijaya Post
Mengenal Jamur (1)
Sriwijaya Post - Sabtu, 9 April 2011 12:53 WIB
Share |

Mengenal Jamur (1)
Bahan Pembuatan Tempe dan Oncom

DEWASA ini, di kota Lubuklinggau dan sekitarnya, termasuk Musirawas, telah bermunculkan petani jamur. Meskipun keberadaan mereka masih bisa dihitung dengan jari jemari, tapi sudah mampu

menyemarakkan “Iklim usaha pertanian dan hortikultura” daerah ini, yang kebanyakan warganya menekuni usaha karet, padi dan ikan serta kelapa sawit.

Jamur banyak diketemukan di hutan-hutan, kebun atau di tempat-tempat yang lembab. Ia senang tumbuh di atas kayu-kayu mati atau tumpukan jerami padi yang selalu basah oleh air.

Oleh karena itu pada musim hujan, kita lebih sering melihat jamur bermunculan. Dalam beberapa minggu selama musim hujan berlangsung, biasanya akan tumbuh jamur sebesar ibu jari pada tumpukan jerami padi yang enak dimakan.

Saat ini, untuk memenuhi kebutuhan akan bermacam-macam jamur yang enak dimakan itu, banyak orang yang membudidayakannya secara besar-besaran. Jamur menjadi bisnis yang menguntungkan.

Menurut Kapten Laut (K) Supriyanto S, jamur dibedakan menjadi dua golongan yaitu jamur yang tidak berbahaya dan jamur berbahaya.

Jamur tidak berbahaya ada delapan macam: suung bulan, supa darat jamur bulan (gymnopus sp), supa kelapa, jamur bulan (calvatia).

Selanjutnya jamur karang (clavaria), klitos (clitocybe), jamur payung (collybia), hidnum (hydnum), higroporus (hygrophorus) dan marasmius.

Sedangkan jamur berbahaya ada 12 macam terdiri atas amanita, fly agaric, supa upas terutama yang termasuk ke dalam jenis A. Muscaria, A Unbrina, A Spissa. Lalu supa kakabu, bolet (boletus), supa rampak (coprinus), kortinarius (cortinarius), laktarius (lactarius) dan lepiot (lepiota).

Menyusul morsel (morchella), poliot (pholiota), phallus, champignon, psalliota, russula dan jamur papan (polyporus).

Tanda-tanda umum jamur beracun antara lain mempunyai warna yang menyolok: merah darah, hitam legam, biru tua ataupun warna-warna lainnya. Menghasilkan bau yang menusuk hidung seperti bau telur busuk (H2S) atau bau amoniak.

Lalu mempunyai cincin atau cawan, meski ada juga yang bercincin tapi tidak beracun seperti jamur merang dan jamur kompos (mushroom). Tumbuh pada tempat-tempat yang kotor seperti tempat pembuangan sampah dan kotoran hewan.

Bila dikerat dengan pisau yang terbuat dari perak maka pisau tersebut akan berwarna hitam atau biru. Apabila dimasak cepat sekali berubah warna, dari putih menjadi warna gelap. Senyawa beracun yang dihasilkan oleh jamur yaitu kholin, muskarin, falin, atropin jamur dan asam helvelar.

Jamur adalah kelompok organisme eukariotik yang membentuk dunia jamur atau regnum fungi. Jamur pada umumnya multiseluler (bersel banyak).

Ciri-ciri jamur berbeda dengan organisme lainnya dalam hal cara makan, struktur tubuh, pertumbuhan dan reproduksinya.

Struktur tubuhnya tergantung pada jenisnya. Ada jamur yang satu sel, misalnya khamir. Ada juga jamur yang multiseluler membentuk tubuh besar yang ukurannya mencapai satu meter. Contohnya jamur kayu.

Tubuh jamur tersusun dari komponen dasar yang disebut hifa. Hifa membentuk jaringan yang disebut miselium. Miselium  menyusun jalinan-jalinan semu menjadi tubuh buah.

Semua jenis jamur bersifat heterotrof. Tidak memangsa dan mencernakan makanan. Jamur menyerap zat organik dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya. Lalu menyimpannya dalam bentuk glikogen.

Jamur menyediakan karbohidrat, protein, vitamin dan senyawa kimia lainnya. Semua zat itu diperoleh dari lingkungannya. Jamur berhabitat pada bermacam-macam lingkungan dan berasosiasi dengan banyak organisme.

Meskipun kebanyakan hidup di darat, beberapa jamur ada yang hidup di air dan berasosiasi dengan organisme air. Jamur yang hidup di air biasanya bersifat parasit atau saprofit dan kebanyakan dari kelas oomycetes.

Reproduksi jamur secara seksual (generatif) dan aseksual (vegetatif). Secara seksual melalui kontak gametangium dan konjugasi. Kontak gametangium mengakibatkan terjadinya singami yaitu persatuan sel dari dua individu.

Singami terjadi dalam dua tahap. Tahap pertama adalah plasmogami (peleburan sitoplasma) dan tahap kedua ialah kariogami (peleburan inti).

Setelah plasmogami terjadi, inti sel dari masing-masing induk bersatu tetapi tidak melebur dan membentuk dikarion.

Pasangan inti dalam sel dikarion atau miselium akan membelah dalam waktu beberapa bulan hingga beberapa tahun. Akhirnya inti sel melebur membentuk sep diploid yang segera melakukan pembelahan meiosis.

Peranan jamur ada dua katagori yakni merugikan dan menguntungkan. Yang menguntungkan meliputi:

·  Volavariella Volvacea (jamur merang) berguna sebagai bahan pangan berprotein tinggi.

·  Rhizopus dan Mucor berguna dalam industri bahan makanan, yaitu dalam pembuatan tempe dan oncom.

·  Khamir Saccharomyces berguna sebagai fermentor dalam industri keju, roti dan bir.

·  Penicillium Notatum berguna sebagai penghasil antibiotik.

·  Higroporus dan Lycoperdon Perlatum berguna sebagai dekomposer. Yang merugikan antara lain:

·  Phytium sebagai hama bibit tanaman yang menyebabkan penyakit rebah semai.

·  Phythophthora Inf’estan yang menyebabkan penyakit pada tanaman kentang.

·  Saprolegnia sebagai parasit pada tubuh organisme air.

·  Albugo merupakan parasit pada tanaman pertanian.

·  Pneumonia Carinii menyebabkan penyakit pneumonia pada paru-paru manusia.

·  Candida sp. Penyebab keputihan dan sariawan pada manusia. (aminuddin).